DEMAK – Sejumlah petani udang maupun ikan di Desa Kembangan, Kabupaten Demak, harus melakukan panen dini. Situasi ini dipicu tergenangnya tambak mereka akibat tingginya curah hujan di daerah setempat.
Kepala Desa Kembangan, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Suhardi mengatakan, pihaknya mencatat ada sekitar 200-an hektare lahan tambak udang maupun ikan serta sejumlah areal persawahan yang terendam banjir, akibat curah hujan tinggi.
“Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, petambak udang maupun ikan air tawar, seperti nila dan tambra, terpaksa memanen dini karena air di areal tambaknya meluap sehingga potensi kehilangan ikan cukup besar,” ungkapnya, Rabu (30/12).
Dia menerangkan, usia ideal untuk panen minimal 4 bulan, sedangkan saat ini usianya baru tiga bulan. Padahal, ketika sudah memasuki usia panen proyeksi hasil panen udangnya bisa mencapai 2,5 ton, sedangkan saat ini hanya 1,5 ton.
Akibatnya, lanjut dia, petambak masih menanggung kerugian antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektare. “Kita sudah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Demak agar segera memperbaiki drainase dan irigasi di lahan persawahan, tambak udang dan ikan,” terangnya.
Saat saluran drainase dan irigasinya bagus, tentunya saat curah hujan tinggi air tidak sampai menggenangi tambak maupun persawahan.(dik)















