Segera Punya Pabrik Garam Industri

oleh
oleh

BREBES – Tidak lama lagi, di Brebes akan berdiri Pabrik Garam Industri.

Pendirian pabrik tersebut telah melewati tahapan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Brebes dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

“Dengan adanya pabrik garam industri, diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam berupa garam yang melimpah di Brebes,” ujar Asisten 2 Sekda Brebes Tetty Yuliana, Selasa (20/10).

Dia menjelaskan, sesuai dengan amanat Perpres nomor 79 tahun 2019, pembangunan pabrik garam melibatkan mitra dari BUMD Provinsi Jawa Tengah yaitu PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

INFO lain :  Subsidi Silang Lebih Memberi Jaminan Siswa dari Keluarga Miskin


Kerja sama dengan PT SPJT, lanjut Tetty, juga dapat diperluas pada pengembangan potensi daerah yang lain seperti sektor infrastruktur, ketahanan pangan, properti, pariwisata, energi serta sektor lain yang memungkinkan untuk dikembangkan di Kabupaten Brebes.

“Brebes memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik di sektor pertanian, perikanan dan lainnya,” katanya.

Tetty menjelaskan, dengan garis pantai sepanjang 67 km, Kabupaten Brebes memiliki potensi lahan tambak garam seluas 1.176 hektare. Saat ini, jumlah petani tambak garam sebanyak 658 orang, yang tersebar di lima kecamatan yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Mereka juga telah mendirikan lima koperasi garam di masing-masing kecamatan.

INFO lain :  Lahan Hutan Gunung Merbabu Terbakar 400 Hektare

Dia menyebut, jumlah produksi garam di Kabupaten Brebes pada tahun 2019 sebesar 49.574,45 ton, dengan produktivitas 81,8 ton/ha. Sedangkan untuk produksi tahun 2020 sampai 9 Oktober 2020 sebanyak 1.187,416 ton.

“Garam yang dihasilkan Kabupaten Brebes memiliki kandungan NACL sebesar 95-98 persen. Untuk penyerapan hasil produksi garam, telah memenuhi kebutuhan pasar sebesar 70 persen, yang digunakan untuk bahan baku industri dan tiga persen untuk konsumsi dan pengeringan ikan asin,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Tetty, saat ini terdapat dua unit gudang garam berskala nasional yang berada di desa Bulakamba dan desa Pengaradan Tanjung. Kabupaten Brebes juga memiliki dua unit pengolahan garam, yakni di desa Karang Dempel Losari dengan kapasitas 30 ton/hari dan di desa Pesantunan Wanasari dengan kapasitas delapan ton/hari.

INFO lain :  Supadi Jadi Ketua DPRD. Ini Janjinya

“Selain itu juga sedang dibangun mini washing plant (mesin pencuci dan pemurnian garam) di desa Pesantunan, Wanasari, yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan kapasitas 20 ton basah/hari atau delapan ton kering/hari,” paparnya.

Tetty berharap, dengan masuknya agenda pembangunan pabrik garam, harga garam diupayakan dapat maksimal.