Wali Kota Mau Lengser. Bantuan Operasional Pak RT Ditambah Rp100 Ribu, Pak RW Rp210 Ribu.

oleh
oleh

MAGELANG – Seluruh Ketua RT dan RW di Kota Magelang mendapat bantuan operasional dari Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.

Bantuan itu merupakan apresiasi atas kerja keras dan pengabdian mereka terhadap Kota Magelang yang diberikan sejak 2011.


Adapun bantuan berupa uang Rp150.000 per bulan untuk Ketua RT, dan Rp190.000 per bulan untuk Ketua RW yang diberikan setiap triwulan.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito kepada perwakilan Ketua RT dan RW, di Gedung Kyai Spanjang Kota Magelang, Selasa (22/9).


“Ini merupakan apresiasi (kepada) Ketua RT dan RW yang sudah bekerja keras membantu menciptakan suasana yang luar bisa di Kota Magelang,” kata Sigit di sela-sela kegiatan.

INFO lain :  Selama 2018 Polres Tegal Kota Tangani 192 Kasus, Curat Meningkat


Menurut rencana, Pemkot Magelang akan menaikkan besaran bantuan pada 2021, yakni sebesar Rp250.000 per bulan untuk ketua RT, dan Rp400.000 per bulan untuk ketua RW.


Sigit mengingatkan para pemangku wilayah tingkat RT dan RW ini untuk terus berpikir kreatif dan meningkatkan inovasi, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Jika perlu mengadopsi ide daerah lain, misalnya kampung biopori di Malang, pengelolaan lingkungan di Surabaya dan lainnya.


“Cari ide-ide yang lebih kreatif dalam menata lingkungan. Kampung tematik adalah contoh terdekat yang bisa diadopsi. Kalau kampungnya moncer, terkenal, viral, menimbukan rasa bangga bagi masyarakat,” kata Sigit.

INFO lain :  Motor Dicuri Saat Tanam Semangka, Pelaku Ditangkap Usai Ngumpet di Kebun Tebu


Menurutnya, jika kondisi sudah memungkinan atau pandemi selesai, mereka bisa melaksanakan studi banding ke daerah lain. Menggali ilmu daerah lain sebagai trigger namun tetap memperhatikan kearifan lokal.


Pada kesempatan itu Sigit kembali mengingatkan Ketua RT dan RW untuk mengoptimalkan “Jogo Tonggo” untuk menekan penyebaran virus corona di wilayah masing-masing. Penerapan protokol kesehatan masyarakat harus diawasi dengan ketat, namun tetap mengedepankan sisi humanis.


“Jangan mengucilkan tetangga yang positif (Covid-19). Tidak hanya membantu kebutuhan ekonomi selama isolasi, namun juga memberi support untuk memulihkan kejiwaan,” imbuhnya.

INFO lain :  Distributor dan Ratusan Botol Miras Palsu di Banyumas Diamankan


Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menambahkan, kreativitas dan inovasi masyarakat di Kota Magelang sudah berkembang. Terbukti kampung-kampung tematik bermunculan, dari kampung organik, kampung warna-warni, taman anggrek dan sebagainya.


“Masyarakat kita sudah bisa menggali potensi di wilayah masing-masing, berinisiatif membuat taman lingkungan masing-masing, membuka ruang terbuka hijau, tempat bermain anak dan lainnya,” ungkap Windarti.


Optimalisasi potensi kampung bisa manambah daya tarik wisata dan menopang perekomian Kota Magelang.(ela)