Suvenir Burung Hantu Kini Makin Diminati

oleh
oleh

DEMAK – Desa Tlogoweru yang berlokasi di Kecamatan Guntur dikenal sebagai desa wisata edukasi penangkaran burung hantu (tyto alba). 

Hal tersebut menginspirasi seniman dari Desa Sarirejo Guntur Mukhlisin untuk menciptakan peluang usaha, dengan memproduksi patung burung hantu untuk dipasarkan.


Mukhlisin mengaku, patung burung pemakan hama tikus yang dibuatnya awalnya dijual sebagai suvenir atau cinderamata bagi wisatawan yang datang di Desa Tlogoweru.

INFO lain :  Dituntut 3,5 Tahun, 6 Anggota Komplotan Pembobol Tujuh BRI di Semarang


“Awalnya kita buat untuk suvenir para tamu, namun perkembanganya banyak yang beli dan pesan produk saya untuk oleh-oleh cinderamata ataupun sebagai pajangan rumah. Alhamdulillah, lumayan banyak yang pesan. Untuk patung burung hantu harganya berkisar Rp500 ribu,” kata Mukhlis, Kamis (27/8).

INFO lain :  Bonceng Motor Suami dan Salip Truk, Isteri Jatuh dan Tewas

Keahlian membuat patung, lanjut Mukhlis, didapatnya secara otodidak. Adapun bahan baku yang digunakan adalah kayu jati, kayu mlanding jowo, kayu jambu dan kayu akasia dengan bahan pendukung lainnya seperti semen, rancangan besi sebagai sebagai penguat serta ranting kayu yang bercabang.

INFO lain :  Guru SD di Kendal Korban Pemerasan Video Call Sex


Disampaikan, keberadaan wisata edukasi penangkaran burung hantu ini, berawal dari keresahan petani setempat karena serbuan hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka.

Untuk itu warga berinisiatif dan sepakat untuk bersama-sama memelihara burung hantu sebagai solusi atas permasalahan tersebut.(mdk)