SEMARANG – Investor saham di Kota Semarang selama pandemi virus corona baru (Covid-19) justru meningkat.
Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang mencatara, sejak pertengahan Maret 2020 hingga saat ini, ada kenaikan sebesar 7,7 persen.
Kepala Kantor BEI Semarang, Fanny Rifky mengatakan, di bulan Mei 2020 jumlah investor ada 26.094 investor saham naik jika sebelumnya pada Desember 2019 berjumlah 24.063 investor saham.
“Artinya, terdapat kenaikan 2.031 investor saham baru di Kota Semarang atau sekira 7,7 persen kenaikannya,” ungkapnya, Rabu (17/6).
Kenaikan tersebut juga memengaruhi transaksi pergerakan pasar saham. Hal ini menurutnya karena banyak masyarakat yang tertarik untuk bermain di pasar saham saat keadaan work from home.
“Dalam sebulan terakhir ini terjadi transaksi di pasar saham mencapai Rp1,8 triliun,” terangnya.
Beberapa saham pun menjadi incaran investor selama pandemi Covid-19 diantaranya farmasi, telekomunikasi dan customer goods.
“Kita juga akan terus melakukan edukasi dan sekolah pasar modal. Hanya saja selama pandemi Covid-19 kegiatan tersebut dilakukan lewat virtual webinar,” tukasnya. (mht)














