Bank Jateng Perlu Segera Siapkan Skema Relaksasi Kredit

oleh
oleh

SEMARANG – Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah Agung Budi Margono berharap adanya upaya dari Bank Jateng untuk segera menyiapkan skema relaksasi kredit untuk debitur yang berpotensi terkena dampak COVID-19.


“Terutama debitur dunia usaha, UMKM serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti ojek online,” katanya, Sabtu (28/3).

Hal ini, kata dia, berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19 yang berpotensi akan berlangsung cukup lama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan masa tanggap darurat non-bencana alam Covid-19 yang diperkirakan hingga bulan Mei. 

INFO lain :  Berkat ETLE, Satlantas Surakarta Ungkap Kasus Mobil Bodong

Agung menerangkan bahwa panjangnya masa darurat COVID-19 ini akan menyebabkan tidak stabilnya kegiatan perekonomian, yang berdampak pada aktifitas ekonomi. Ia berharap ada antisipasi dampak ekonomi yang dapat menekan tidak terjadinya PHK.

INFO lain :  Sidang Putusan Sengketa Proses Pemilu Kota Tegal, Para Pihak Beda Pendapat

“Penting untuk menyiapkan antisipasi dampak ekonomi apa saja yang dapat terjadi akibat panjangnya masa penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, terutama terutama untuk pelaku usaha kecil (UMKM) maupun juga bagi dunia jsaha yang bisa berakibat terjadinya PHK ” tegasnya.

Dirinya mewakili, Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah, berharap segera disiapkan skema kebijakan keringanan bagi debitur yang terkena imbas Covid-19.

INFO lain :  311 Calon Jemaah Haji Kota Tegal Dilepas

Menurut Agung, hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden serta menindaklanjuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercycixal dampak penyebaran Covid-19.


Bahwa bank perlu menetapkan kebijakan antisipasi dampak ekonomi akibat Covid-19, dengan memberikan keringanan kepada debitur terdampak.(mht)