MAGELANG – Kecelakaan tambang kembali terjadi di Kawasan Penambangan Material Galian C Gemilang di Dusun Ngori, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.
Satu penambang, Kirwido, 42, warga Dusun Candisari, Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang mengalami luka-luka.
“Saat itu korban bersama bersama dengan temannya seperti biasa melakukan aktifitas penambangan di bawah tebing setinggi 5 meter, ketika menggali pasir tiba tiba tebing di atasnya longsor,” ujar salah satu saksi Budi Suswanto, Rabu (19/2).
Seketika itu korban sempat lari menyelamatkan diri. Namun malang, ketika lari korban menabrak grobak kecil sehingga terjatuh dan korban tertimbun material setebal 1,5 meter.
“Ketika di evakuasi teman temannya dengan menggunakan alat manual, posisi korban tengkurap hanya kelihatan kepalanya,” imbuhnya.
Kapolsek Srumbung Iptu Sumino mengatakan, korban masih dalam perawatan di RSU Muntilan, karena mengalami luka luka pada siku bagian tangan kanan, kepala, dan pinggang.
Dia menambahkan dalam kecelakaan tambang ini tidak sampai menelan korban meninggal. “Saya sudah berulang kali menghimbau kepada para penambang dilarang menambang di kawasan tebing karena sangat rawan longsor dan akibatkan laka tambang,” katanya.
Selama ini para penambang manual kebanyakan warga sekitar dalam aktifitasnya selalu berada di bawah tebing sungai maupun lahan lainnya. Karena defisit pasir dan batu yang berada di sungai.(mht)
.
















