TEMANGGUNG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung memetakan, bahwa peredaran obat-obatan terlarang, sudah menyasar ke kalangan pelajar, terutama untuk tingkat SMP dan SMA sederajat.
Kepala BNNK Temanggung AKBP Reny Puspita mengatakan, di daerah ini yang paling banyak beredar jenis pil seperti lexotan.
“Satu sekolah bisa 10, 15 atau 30 yang menggunakan lexotan, magadon dan lain sebagainya. Sudah kita lakukan pemetaan, di SMP dan SMA,” ujarnya, Selasa (4/2).
Berdasarkan pengakuan para siswa, lanjutnya mereka mendapatkan pil-pil tersebut dengan membelinya dari seorang pelajar di salah satu sekolah.
“Pelajar tersebut sebelumnya pernah dikeluarkan dari sekolah lain lantaran terpapar narkoba. Namun, setelah pindah ke sekolah lain justru menjadi penjual narkoba,” sebutnya.
Reny menegaskan, pelajar yang menjadi pengedar tersebut sudah ditangkap. Setelah ditelusuri ternyata obat-obatan terlarang tersebut diedarkan ke pelajar di sejumlah sekolah.
“Kita akan terus ke sekolah-sekolah guna melakukan pendataan dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan pelajar,” tegasnya.
Selain itu, kata Reny, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk pencegahan. Anak-anak yang sudah terindikasi memakai narkotika sudah dibawa ke BNNK Temanggung untuk menjalani rehabilitasi.
“Bahkan kita sudah panggil orang tuanya, termasuk kepala sekolahnya,” katanya.
Reny mengimbau kepada semua pihak, baik pemakai, para orang tua, dan pihak sekolah jika ingin anak-anak sembuh dari ketergantungan obat-obatan terlarang tersebut dipersilakan datang ke BNNK Temanggung untuk menjalani rehabilitasi gratis.
“Anak-anak usia sekolah ini masih memiliki masa depan panjang dan ada harapan untuk disembuhkan, disadarkan agar kembali menjadi pelajar yang manis untuk meraih cita-citanya,” tukasnya. (mht)
















