SEMARANG – Sat Brimob Polda Jawa Tengah berinovasi menciptakan perahu yang terbuat dari bahan bekas.
Perahu yang di buat menggunakan derigen dan papan bekas tersebut diklaim lebih aman apabila digunakan di gang-gang sempit seperti di tengah perkampungan.
Inovasi itu muncul setelah sejumlah banjir dan genangan di berbagai daerah. Terbaru di Kabupaten Demak, akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan jebolnya tanggul sungai Tuntang di Kecamatan Guntur.
Dengan barang-barang tersevut, kondisi perahu lebih aman apabila terkena benturan benda tajam. Terlebih lagi biaya pembuatanya pun terbilang lebih murah apabila dibandingkan membeli perahu karet.
“Selain itu, perahu ini juga bisa dipasang mesin tempel di bagian belakang,” ujar Danki Kompi 2 Brimob Simongan AKP Siwi Darpita, Kamis (16/1).
Dia menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan perahu dari bahan derigen bekas ini untuk menghadapi banjir apabila terjadi lagi di Jawa Tengah. AKP Siwi mengklaim perahu buatanya mampu membawa 8 sampai 10 orang untuk menerobos banjir.
AKP Siwi menambahkan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk membuat perahu serupa. Karna selain biayanya murah dan ramah lingkungan, perahu tersebut juga mudah dioperasikan.
”Kami harap dan kami himbau ya kepada masyarakat juga membuat perahu seperti ini. Selain murah, ini juga mudah dioperasikan. Dengan dayung juga bisa, ” tandasnya. (mht)















