UNGARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Semarang akan menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat untuk melakukan voluntary counselling and testing (VCT) ke 900 perusahaan formal yang ada.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana aksi daerah (RAD), penanggulangan penyakit paru (TB) dan AIDS secara lebih intensif.
Layanan VCT sendiri bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.
“Data menunjukkan pengidap HIV/AIDS ada di kelompok usia produktif 25-29 tahun. Para karyawan pabrik itu akan jadi sasaran utama tes,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Semarang Hesty Wulandari, Kamis (16/1).
Menurutnya, intensifikasi penjaringan itu, dilakukan untuk memenuhi target penjaringan pengidap HIV/AIDS yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.
“Dari data perkiraan 2.900 pengidap HIV AIDS, baru ditemukan 900 pengidap,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang Puguh Wijoyo Pakuwujo menyatakan, menemukan kecenderungan pergeseran kelompok pengidap HIV pada tahun 2019.
Jika sebelumnya didominasi oleh wanita pekerja seks komersial, pada tahun lalu telah berubah. Dari temuan 93 pengidap HIV baru pada tahun 2019, sekitar 66 persen diantaranya adalah pria.
“Temuan kasus ini lebih banyak dibandingkan tahun 2018 sebanyak 90 kasus. Terjadi pergeseran pengidap dari dominasi perempuan ke laki-laki,” katanya.
Puguh menerangkan lebih terinci, pria pengidap HIV/AIDS sebagian besar adalah penyuka sejenis (LSL). Kelompok ini lebih punya potensi besar untuk menyebarkan virus. Dari hasil pendampingan di lapangan oleh kelompok masyarakat atau LSM, mereka bisa bisa berperilaku biseksual.
KPA berencana akan memperluas cakupan penjangkauan kelompok resiko tinggi dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes).
“Tahun ini akan kita mulai kerja sama dengan Dispermasdes untuk memperluas cakupan penjangkauan. Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan VCT kepada kelompok yang lebih banyak,” tandasnya. (mht)















