Lokalisasi Sunan Kuning Tutup, Bandungan dan Tegal Panas Jadi Tujuan

oleh
oleh

UNGARAN – Penutupan lokalisasi Sunan Kuning Semarang berdampak langsung pada peningkatan jumlah wanita pekerja seks (WPS) di Kabupaten Semarang.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang berhasil mendeteksi setidaknya 20 WPS pendatang di dua titik populasi kunci di kawasan Bandungan dan Tegal Panas.

“Mereka telah masuk dalam pantauan KPA,” ujar Sekretaris KPA Kabupaten Semaranh Puguh Wijoyo Pakuwujo, Rabu (15/1).

KPA Kabupaten Semarang sendiri menemukan kecenderungan pergeseran kelompok pengidap HIV pada tahun 2019.

INFO lain :  Anggota TNI Semarang Tewas Gantung Diri di Kamar Hotel Bandungan

Jika sebelumnya didominasi oleh wanita pekerja seks komersial, pada tahun lalu telah berubah. Dari temuan 93 pengidap HIV baru pada tahun 2019, sekitar 66 persen diantaranya adalah pria.

“Temuan kasus ini lebih banyak dibandingkan tahun 2018 sebanyak 90 kasus. Terjadi pergeseran pengidap dari dominasi perempuan ke laki-laki,” katanya.

Puguh menerangkan lebih terinci, pria pengidap HIV/AIDS sebagian besar adalah penyuka sejenis (LSL). Kelompok ini lebih punya potensi besar untuk menyebarkan virus.

INFO lain :  Razia Pasar, Polsek Weleri Amankan Arak

Dari hasil pendampingan di lapangan oleh kelompok masyarakat atau LSM, mereka bisa bisa berperilaku biseksual. KPA berencana akan memperluas cakupan penjangkauan kelompok resiko tinggi dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes).

“Tahun ini akan kita mulai kerja sama dengan Dispermasdes untuk memperluas cakupan penjangkauan. Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan VCT kepada kelompok yang lebih banyak,” sebutnya.

Dia juga memastikan penyediaan logistik penanggulangan HIV/AIDS tetap terjamin meski pendanaan dari Global Fund telah berhenti pada tahun 2017 lalu.

INFO lain :  Grebeg Gayeng Seni Budaya Sinergikan Seniman dan Pelaku Ekonomi Semarang

Sementara itu koordinator LSM penanggulangan HIV AIDS Yayasan Soko Guru Sutardi mengharapkan pasokan logistik penanggulangan HIV/AIDS tetap dapat berjalan lancar paska berhentinya dukungna dana dari Global Fund.

“Kami tetap berkoordinasi dengan KPA agar penyediaan logistik seperti kondom dapat selalu tersedia di titik populasi kunci wanita pekerja seks,” tandasnya. (mht)