Ratu Kalinyamat Belum Bisa Terima Gelar Pahlawan

oleh
oleh

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh Indonesia. Pemberian gelar itu diterima langsung oleh para ahli waris di Istana Negara.

Sayang, tidak ada tokoh dari Jawa Tengah yang mendapatkan gelar tersebut. Ke-6 penerima gelar Pahlawan Nasional 2019 tersebut masing-masing Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko) dari Sulawesi Tenggara, Prof dr M Sardjito dari DI Yogyakarta.
Adapula KH Abdul Kahar Mudzakkir dari DI Yogyakarta, A A Maramis dari Sulawesi Utara, dana KH Masjkur dari Jawa Timur.
Prosesi pemberian gelar Pahlawan Nasional itu berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/11/2019), pukul 13.30 WIB.
Sejumlah tokoh dari Jawa Tengah sedianya diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan Nasional. Salah satunya, Ratu Kalinyamat.
Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang dianggap berjasa bagi warga di Kabupaten Jepara. Sosok bernama asli Retna Kencana ini dilahirkan pada zaman era pemerintahan kerajaan Demak.
INFO lain :  Pemerintah Resmikan Lembaga Penyalur BBM Satu Harga
Di zamannya Ratu Kalinyamat dikenal sebagai sosok yang disegani karena keberaniannya memerangi penjajah di Nusantara. Dia juga berhasil menjadikan Jepara sebagai satu di antara kota pelabuhan terbesar di Pulau Jawa.
Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, puteri Sultan Trenggono, raja Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.
Dosen Sejarah Universitas Negeri Semarang Saiful Amin menjelaskan, bahwa sosok Ratu Kalinyamat memang pantas untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Ratu Kalinyamat memiliki peran yang besar dalam sejarah. Salah satunya adalah ketika mengirimkan armada untuk melawan Portugis di Malaka. Tidak semau pemimpin atau raja pada masa itu berani melakukan hal tersebut.

INFO lain :  Rekanan Akui Dapat Proyek dan Setor ke Siti Masitha dan Amir Mirza
“Dari peristiwa itu saja kita bisa belajar tentang nilai keberanian dan keberpihakan pada kebenaran,” ujarnya.(mht)