3 Mantan Tukang Kebun SMK Peristek Nekat Curi 31 Laptop

oleh -368 views
Tegal РKasus pencurian 31 laptop di SMK Peristek, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal terungkap. Tiga dari empat orang pelaku ternyata mantan tukang kebun sekolah tersebut.

Wakapolres Tegal, Kompol Arianto Salkery menjelaskan bahwa pencurian ini terjadi secara bertahap sejak Mei 2019.

“Selanjutnya dilakukan pengecekan ke laboratorium lain. Didapatkan sejumlah laptop, komputer, dan peralatan lainnya juga hilang,” kata Arianto saat jumpa pers di kantornya, Kamis (22/8/2019).

Total barang yang hilang dari SMK Peristek yakni laptop sebanyak 31 unit, 3 komputer, 2 unit proyektor, bor listrik, grinder duduk dan peralatan bengkel. Total kerugian akibat kasus pencurian ini ditakair mencapai Rp83 juta.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kita melakukan penyelidikan sehingga berhasil mengamankan tiga pelaku. Kemudian dikembangkan lagi sehingga seorang pelaku lainnya yang berperan sebagai penadah,” tegasnya.

Arianto mengungkap, tiga dari empat pelaku merupakan bekas tukang kebun sekolah tersebut. Mereka mengaku berani mencuri barang milik sekolah karena sakit hati dipecat dari pekerjaannya.

Tiga pelaku bekas tukang kebun ini masing masing Muhammad Rio Bayung (34) warga Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Muhammad Irfan (27) dan Dede Ahmad (21) warga Kelurahan Procot Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Sementara, warga Tuwel Bojong bernama Ariefyanto (41) diamankan karena menjadi penadah barang-barang curian.

Arianto menjelaskan modus yang digunakan pelaku yakni mengambil barang-barang itu secara bertahap saat suasana sekolah dalam keadaan sepi.

“Perbuatan itu dilakukan sejak awal Mei 2019 lalu, saat menjelang hari raya. Hasilnya dijual dengan harga bervariasi. Ada yang dijual Rp 1 juta untuk 13 unit leptop,” ungkap Wakapolres.

Salah seorang tersangka, Muhammad Rio Bayung, mengaku sakit hati usai dipecat dari pekerjaannya di sekolah tersebut.

“Saya sakit hati karena dipecat dari pekerjaan,” kata Rio.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.
Sedangkan seorang pelaku yang berperan sebagai penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.