Pembunuhan ABG di Tegal, Jaksa Sebut Tak Ada Pelaku Utama

oleh -529 views

Tegal – Rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan ABG bernama Nurhikmah (16) warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal digelar. Rekontruksi melibatkan 5 tersangka dengan menjalankan 35 adegan, Selasa (20/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP  Bambang Purnomo menyampaikan, hasil pemeriksaan di BAP dengan berita acara rekonstruksi singkron. Rekonstruksi melibatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Badan Perlindungan Anak karena tersangka ada yang usianya anak-anak, Pekerja Sosial dan penhacara masing-masing tersangka.

Untuk pengamanan, jalannya rekonstruksi dilakukan bukan di Tempat Kejadian Perkara. Karena tersangka dan korban adalah satu kampung, kebetulan akses jalan ke TKP sempit hanya satu.  

“Kekhawatiran kami terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami putuskan rekonstruksi kami laksanakan bukan di TKP tetapi di Aspol Kalibliruk Slawi,” kata Bambang, Selasa (20/8/2019).

Melihat ekspresi para tersangka biasa saja, menurut Bambang mungkin para pelaku ini rasa penyesalan dan dosanya sudah terkikis. 

“Mungkin merasa nyaman karena pelakunya merupakan teman dekatnya sendiri,”katanya.

Jakasa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Made Arie Adi Ningsih usai mengikuti rekonstruksi memastikan, dua tersangka perempuan yang masih dibawah umur tidak akan menerima diversi atau pengalihan penyelesaian perkara diluar peradilan pidana. Dua tersangka yang dibawah umur tetap diancam pidana tanpa adanya keringanan.

“Karena para tersangka diancam pidana hukuman 7 Tahun lebih tidak ada diversi (keringanan) namun, tetap ada bimbingan,” tutur Made Arie.

Sampai saat rekonstruksi masih seperti keterangan sebelum rekonstruksi. Ada 35 adegan yang mereka lakukan di tiga lokasi copyan.

“Sebenarnya tidak ada tersangka utama, mereka bersama-sama pelaku. Berkas untuk tersangka anak-anak sudah ada di Kejaksaan. Dan untuk tersangka dewasa masih di penyidik,” pungkas Arie.

Para tersangka dijerat pasal berlapis yakni, Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 Tahun penjara dan pasal 339 KUHP denhan ancaman hukuman 20 Tahun penjara.

(nin)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.