Tegal – Status Waspada atau level 2 pada Gunung Slamet telah berlangsung selama 20 hari.
Hal itu tercatat sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan peningkatan status dari normal ke waspada atau level II pada 9 Agustus 2019 lalu.
Gunung yang membentang di lima kabupaten, yakni Kabupaten Banyumas, Pemalang, Tegal, Purbalingga dan Brebes itu masih belum memunculkan tanda-tanda turunnya aktivitas vulkanologi.
Status waspada yang tersemat pada Gunung Slamet hingga saat ini belum mempengaruhi suhu di wisata Pemandian Air Panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
Kepala UPTD Pariwisata Guci, Abdul Haris menuturkan, sejauh ini, aktivitas pada Gunung Slamet tidak berdampak pada naiknya suhu di sejumlah pancoran, kolam pemandian air panas Guci.
“Masih normal mas. Suhu air panas di sini belum terpengaruh meski Gunung Slamet masih berstatus waspada,” kata Haris, Rabu (28/8/2019).
Dia menuturkan, imbauan untuk tidak berendam akan muncul apabila suhu pada pemandian air panas di Guci sudah mendekati angka 50 derajat celcius.
Hingga saat ini, kata Haris, masyarakat atau wisatawan hanya belum diperbolehkan untuk beraktivitas dalam radius 2 Km dari kawah puncak Gunung setinggi 3428 MDPL itu.
Haris menuturkan, masih adanya peningkatan aktivitas pada Gunung Slamet tidak berpengaruh juga terhadap jumlah pengunjung ke wisata andalan Kabupaten Tegal ini.
“Tidak berpengaruh juga mas. Masih normal saja. Hari biasa sekitar 1500 pengunjung. Sedangkan hari libur ada 3000 sampai 5000 pengunjung. Jadi, tidak ngaruh. Normal-normal saja,” jelasnya.
Sumber TribunJateng
















