Semarang – Proyek pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Semarang Barat mulai dikerjakan Kamis (23/5/2019). Pembangunannya ditargetkan rampung dalam satu setengah tahun, lebih cepat dari target sebelumnya.
Pj Direktur Utama PDAM Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengungkapkannya usai Rapat Pemenuhan Pembiayaan Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) SPAM Semarang Barat di kantor PDAM Kota Semarang, Rabu (22/5/2019).
Iswar menuturkan, sebelumnya pembangunan fisik SPAM Semarang Barat awalnya ditargetkan selama dua tahun. Namun, menurutnya, proyek ini bisa ditargetkan selesai dalam kurun waktu 1,5 tahun.
“Kita berkomitmen untuk mempercepat pembangunannya selama 1,5 tahun supaya segera bisa dinikmati masyarakat,” kata Iswar sebagaimana dikutip dari semarangkota.go.id, Jumat (24/6/2019).
Adapun SPAM Semarang Barat ini, sebut Iswar, nantinya akan mengakomodir kebutuhan air minum masyarakat di tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Ngaliyan, kecamatan Tugu.
“Keberadaan SPAM Semarang Barat ini memberikan suatu semangat bahwa, Pemkot Semarang dibantu dengan pemerintah pusat memberikan manfaat atas proyek ini kepada masyarakat di tiga kecamatan itu,” ujarnya.
Dikatakannya, tiga kecamatan tersebut memang selalu mengalami krisis air bersih. Sehingga, kehadiran SPAM Semarang Barat nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat di tiga kecamatan tersebut.
“Menurut kami bukan hanya masalah ekonomi saja, tapi air juga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Air adalah salah satu syarat bagi masyarakat untuk melangsungkan hidup. Sehingga pembangunan SPAM Semarang Barat harus kami percepat,” tegasnya.
Selain untuk mennyediakan kebutuhan air bersih, Iswar juga menambahkan, pembangunan SPAM Semarang Barat ini juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan air bawah tanah. Terkait demgan lahan, dia memastikan sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota.
”Lahan sudah beres semua. Dari PU kemarin sudah selesaiakan untuk pembebasan lahan,” katanya.
SPAM Semarang Barat digadang-gadang mampu menekan penggunaan air tanah dan diklaim proyek penyediaan air bersih pertama di Indonesia yang menggunakan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU.
“Pembangunan SPAM Semarang Barat dilakukan tiga pihak yakni PDAM Tirta Moedal, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Air Semarang Barat (ABS). PT ABS dibentuk oleh Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia sebagai pemenang lelang proyek Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Semarang Barat. Setelah proyek tersebut selesai dibangun, akan dikelola PT ABS.
Meski nantinya SPAM Semarang Barat dikelola PT ABS, namun tetap terus berkoordinasi dengan PDAM, termasuk soal tarif kepada pelanggan. Nantinya, PTABS akan mengelola selama 25 tahun, baru kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah.
Pembangunan proyek itu dibangun dengan nilai investasi Rp1,2 triliun. SPAM Semarang Barat itu nantinya tidak semata-mata menyediakan air bersih bagi warga Kota Semarang.
Keberadaan SPAM Semarang Barat juga dalam rangka mewujudkan akses universal, 100% kebutuhan air di Kota Semarang terpenuhi. SPAM Semarang Barat akan menghasilkan 1.000 liter/detik, untuk mengairi 60.000- 70.000 sambungan. (red)















