Dengan sistem pendampingan serta pengajaran metodologi seperti itu, Ganjar berharap sisi kemanusiaan dalam pembangunan desa jadi tolok ukur utama.
“Dinas tidak akan memberikan uang, tapi memberikan channeling, memberikan metode atau metodologi pengembangan desa. Silakan ambil satu sektor, termasuk BUMD. Ini untuk investasi sense of belonging kita,” ungkapnya.
(dit/jatengprov.go.id)















