Semarang – Sejumlah pedagang di Pasar Wonodri, Kota Semarang mengeluhkan, los kios tempatnya berjualan basah akibat tergenang air. Aliran air hujan masuk ke area pasar dan menggenangi los.
Tak hanya itu, pengelolaan sampah di pasar yang baru diresmikan akhir Januari 2019 lalu itu diketahui belum maksimal.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi bahkan dibuat geram ketika berkunjung ke pasar tiga lantai itu. Hendimenemui tumpukan sampah berserakan di kompleks pasar.
Walikota Semarang dengan teliti mengamati keadaan setiap los dan lorong pasar. Dirinya terhenti ketika mendapati tumpukan sampah di salah satu lorong lantai tiga pasar yang tidak dibersihkan.
Tahu hal itu, Hendi lantas memanggil petugas kebersihan dan memintai keterangannya.
Hendi juga sempat emosi ketika mendapati salah satu pedagang ikan di los pasar lantai dua yang mengeluh tempatnya berjualan basah oleh air hujan. Lubang ventilasi keluar pasar yang terlalu lebar pun disebutkan menjadi penyebabnya.
Atas kondisi temuannya itu, Hendi langsung memanggil Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto untuk melihat langsubg kondisi los yang basah.
“Kalau keliling melakukan pengecekan itu posisikan diri kita menjadi pedagang juga. Sehingga bisa benar-benar merasakan yang dikeluhkan, lihat ini,” tegas Hendi pada Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto saat berkunjung ke Pasar Wonodri, Rabu (6/2/2019).
Hendi mengatakan akan kembali melakukan evaluasi manajemen pengelolaan pasar Wonodri sebulan ke depan.
“Ya manajemen pengelolaan pasar termasuk kebersihannya saya minta ditingkatkan. Saya hari ini masih maklum karena pedagang baru masuk, tapi nanti satu bulan lagi kita tinjau, semoga manajemen sudah berjalan baik,” tandasnya.
Pedagang lain, mengeluhkan losnya basah terkena air hujan. Ia mengaku senang atas perhatian yang diberikan oleh Hendi selaku Wali Kota Semarang.
(dit)















