Semarang – Gunung Merbabu hingga, Selasa (16/10/2018) masih terbakar dan belum berhasi dipadamkan. Pemadaman terus dilakukan dengan cara manual.
“Dilanjutkan terus, mudah-mudahan ada bantuan helikopter, tapi kayaknya belum bisa hari ini,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Edy Sutiyarto.
Diketahui, kepulan asap di Gunung Merbabu masih terlihat darikawasan Argomulyo, Kota Salatiga.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, melakukan droping air bersih di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan. Droping air bersih dilakukan karena warga kesulitan mendapatkan air bersih karena kebakaran Gunung Merbabu. Droping air bersih tersebut, kata dia, akan dilakukan hingga secukupnya.
“Hari ini (kemarin) droping air bersih dilakukan di Thekelan dan dusun sebelahnya. Pipa saluran air bersih terbakar,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto.
Setelah Gunung Merbabu terbakar, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Pasca kebakaran, pipa air bersih bagi warga Dusun Thekelan terbakar. Akibatnya, saluran air mati dan warga terpaksa mendapatkan air bersih dari dusun lainnya.
Kepala Dusun Thekelan Supriyo mengatakan, pipa sumber air diambil dari Tuk Klanting yang berada di sebelah timur pos 5 dan pos 6. Pipa yang terbakar ukuran 3 inchi berada di pos 2 dan pos 3.
Air Pamsimas itu digunakan untuk 180 KK atau 720 jiwa warga Thekelan. Perkiraan pipa terbakar sebanyak empat sambungan dan belum bisa diperbaiki.
“Akhir pipa Pamsimas diketahui mati,” katanya.
Kebakaran lahan lahan di Gunung Merbabu di wilayah Kabupaten Semarang hingga hari ini belum padam. Sedikitnya 8 SRU diberangkatkan dari Basecamp Thekelan untuk memadamkan kobaran api di Gunung Merbabu. Penyebab kebakaran pun belum diketahui secara pasti.
Kepulan asap hitam terlihat dari kejauhan. Tanaman rerumputan dan ilalang yang paling banyak terbakar.
Penyebab kebakaran di Gunung Merbabu sendiri belum diketahui jelas. Sembari menunggu bantuan pemadaman menggunakan helikopter, pemadaman dilakukan secara manual.
Untuk itu, sedikitnya 8 SRU diberangkatkan dari Basecamp Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Upaya pemadaman terus dilakukan.edit















