Semarang – Sabtu, 22 September 2018 besok, merupakan hari yang istimewa bagi Polri, khususnya korp lalu Lintas. Ya, saat itu merupakan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-64.
Di usia yang cukup dewasa untuk sebuah institusi kepolisian dengan tugas berat sebagai penegak hukum dan sekaligus sebagai pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat, kepolisian harus tetap optimis menatap masa depannya.
Untuk mengetahui gambaran yang sebenarnya tentang kinerja kepolisian dan situasi sekarang, masyarakat berharap, Polri semakin Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) sebagaimana slogannya.
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-64, INFOPlus menyajikan wawancara khusus dengan Psikolog dan Pengamat kepolisian Dr. Tugimin Supriyadi,S.Psi.,MM.
Pertanyaan (P): Bagaimana pendapat anda tentang kinerja kepolisian belakangan ini?
Jawaban (J) : Saya menilai secara keseluruhan ada peningkatan dan semakin lebih baik dan signifikan. Tetapi tentu ada catatan-catan kecil yang perlu dilakukkan agar tugasnya mendekati kesempurnaan.
P : Bisa disebutkan catatan-catan tersebut?
J : Begini, agar situasi kondusif di masyarakat, tentu kepolisian harus cepat dan sigap setiap ada masukan maupun komplain dari masyarakat.
P : Bisa dijelaskan lebih detail?
J : Selain harus cepat dan tanggap atas komplain masyarakat, ada 3 catatan penting untuk Korp lalu Lintas agar ke depannya agat lebih dicintai masyarakat. Yakni Menekan terjadinya kecelakaan, perbaiki pelayanan dan meningkatkan kualitas SDM. Pertama, walaupun berdasarkan laporan setiap akhir tahun terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas, namun secara kuantitatif masih tinggi. Penurunan angka kecelakaan dari tahun 2016 ke 2017 saat libur mudik lebaran mencapai 30 persen lebih.
Pada tahun 2016, jumlah kecelakaan saat musim libur mudik lebaran mencapai 4.550 kejadian. Sedangkan pada tahun 2017, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun hingga 3.168 peristiwa. Korban meninggal dunia pun turun. Tahun 2016 sebanyak 1.261 jiwa, sedangkan tahun 2017 kemaren turun sampai 742 jiwa.
Inilah tantangannya, semoga tahun 2018 bisa turun lagi angka kecelakaan dan korban jiwanya, karena tahun 2018 ini tinggal 3 bulan. Sedangkan data 3 bulan terakhir saja secara nasional terjadi peristiwa kecelakaan 26.597 kejadian, yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 6.444 orang meninggal dunia.
Yang kedua, pimpinan Korp lalu lintas juga harus mempersempit ruang gerak anggota agar tidak ada kesempatan melakukkan tindakan tidak terpuji. Misalnya melakukkan pungli. Peristiwa dicopotnya Kapolres Kediri beberapa waktu yang lalu harus dapat dijadikan pelajaran berharga untuk daerah-daerah lain agar peristiwa tersebut tidak terulang.
Yang ketiga, meningkatkan kualitas SDM. Kualitas SDM ini penting agar mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan cara menugaskan anggota yang mempunyai kualitas individual yang baik, khususnya berkait dengan tugas-tugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
P : Apa pesan untuk masyarakat?
J: Untuk masyarakat, sejak sekarang harus bisa memberikan nilai positif kepada kepolisian, sehingga upaya memperbaiki diri merasa direspon positif oleh masyarakat. Dengan masyarakat menilai positif, secara psikis anggota yang akan melakukkan tindakan tidak terpuji akan berpikir dua kali. Istilah orang jawa “pakewuh nek meh neko-neko.”















