Gerindra: Duet Prabowo-Sandi Fixed, Insyaallah Menang

oleh

Pada 2016, Sandi pernah masuk dalam daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia. Nama Sandi saat itu tercantum sebagai klien Fonseca yang berasal dari Indonesia.

Kemudian pada 2017 nama Sandi juga pernah masuk dalam Paradise Paper yakni sebuah dokumen yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (IJIC). Dalam dokumen Sandi disebut sebagai salah satu petinggi NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yakni bermuda. Data-data tersebut terungkap dari data yang dimiliki oleh firma hukum offshore Appleby.

Sandi juga mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu.

INFO lain :  Sri Mulyani Kembali Menjadi Bupati
 Sandiaga Uno santer dikabarkan menjadi pasangan Prabowo Subianto menuju kontestasi pemilihan Presiden/Wakil Presiden Indonesia 2019. Sandiaga merupakan orang lama di dunia usaha dan sempat masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Berdasarkan catatan detikFinance, Kamis (9/8/2018), sebelum menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno merupakan seorang pengusaha muda yang sukses menjalankan beberapa perusahaan.

Putra dari Mien Uno ini merupakan pendiri Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan investasi pada 1998 bersama Edwin Soeryadjaya. Saratoga fokus berinvestasi pada sumber daya alam dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

INFO lain :  Jokowi Teken PP soal Gubernur Maju Pilpres Harus Seizin Presiden

Melalui Saratoga, gurita bisnis Sandiaga Uno memang sangat luas. Pasalnya Saratoga merupakan perusahaan investasi yang fokus mendanai sejumlah sektor mulai dari konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam (SDA).

Sandi juga sempat berinvestasi di bisnis maskapai penerbangan yaitu lewat Tigerair Mandala. Sandi sempat menghidupkan kembali PT Mandala Airlines yang berhenti terbang sejak Januari 2011, namun tak bertahan lama setelah akhirnya berhenti terbang pada 2014.

Melalui Saratoga Capital, Sandi memiliki saham di Tigerair Mandala sebesar 51%. Operasi Tigerair Mandala berhenti sejak 1 Juli 2014.

Di bidang konsumer, Saratoga berinvestasi di Awal Bros Hospital Group yang dimulai pad 2016, kemudian Deltomed di bidang obat-obatan herbal yang dimulai pada 2017, lalu Gilang Agung Persada (GAP) yang dimulai pada 2014. MGM Bosco yang bergerak di bidang cold chain logistic pada 2016, lalu Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang dimulai pada 2010.

INFO lain :  Wiranto : Pilkada, Antisipasi Serangan Cyber dan Minta Setop Mutasi Pejabat

Kemudian di sektor infrastruktur, Saratoga juga memiliki saham di Nusaraya Cipta sebuah perusahaan pengelola jalan tol yang dimulai pada 2006, kemudian Palton Energy sebuah perusahaan energi yang mulai pada 2015. Kemudian Tenaga Listrik Gorontalo tahun 2012, Tower Bersama Group 2004 dan Tri Wahana Universal pada 2011.