Tegal – Sebanyak 11.878 anak diketahui putus sekolah di Kabupaten Tegal. Dari jumlah itu sebanyak 6.765 anak diketahui menolak melanjutkan sekolahnya.
“Data awal sempat muncul dari BPS ada sekitar 11.878 jumlah orang yang putus sekolah di Kabupaten Tegal,” ungkap Kepala Dikbud Kabupaten Tegal Retno Suprobowati melalui Kasi Pendidikan SD Ramdlon, kemarin.
Dari hasil kroscek lapangan, kata dia, jumlah itu susut menjadi 11.688 orang yang ada di tempat. Petugas lapangan dari Fatayat pun memperoleh data dari jumlah 11.688 dipastikan 4.424 orang kondisinya saat ini masih menjalankan aktivitas sekolah.
“Sementara yang siap untuk sekolah lagi sebanyak 499 orang dan sebanyak 6.765 orang tidak mau sama sekali untuk melanjutkan sekolah,” lanjutnya.
Dikatakannya, upaya menjaring siswa putus sekolah agar mau kembali ke bangku sekolah dilakukan dengan berkolaborasi bersama koordinator tim pendataan program tersebut. Pemkab Tegal mengajak kembali warganya yang putus sekolah kembali menuntut ilmu positif.
Hal itu direalisasi di tahun ajaran baru 2018-2019 ini. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, pemkab menggelontorkan dana dari APBD II guna mendukung program ‘Yuh Sekolah Maning’.
Mereka yang sama sekali tidak mau melanjutkan sekolah disebabkan yang bersangkutan sudah menikah, sudah kerja, dan umur sudah melewati batas sehingga malas untuk menempuh bangku sekolah. Dalam program ini, setiap orang atau anak akan mendapatkan bantuan 3 potong seragam sekolah, alat tulis, dan uang transport selama setahun sebesar Rp600 ribu.edit
















