Ada Pasien Meninggal Usai Melahirkan. Keluarga Tak Terima, Ancam Lapor Polisi

oleh

Salatiga – Kasus tewasnya seorang pasien bernama Rahayu Suryandari (39) warga Tetep Gambir, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga di RSUD Salatiga beberapa waktu lalu berlanjut. Pihak keluarga menyatakan tak terima dan akan melaporkan masalah itu ke polisi.

Fajar Sugendro, suami Rahayu mengungkapkan pihaknya datang ke RSUD Salatiga untuk meminta pertanggung jawaban.  Pihaknya menuntut pihak RSUD Salatiga bertanggung jawab dan memberi penjelasan terkait meninggalnya isterinya meski dalam bentuk moral.

“Jika jika pihak RSUD tidak menanggapi maka dalam waktu dekat saya akan melaporkan peristiwa ini ke polisi,” katanya, Rabu (18/7/2018).

Fajar mengaku jika sebelumnya, pihaknya, pertama kali datang ke RSUD pada Senin (16/7) untuk meminta pertanggungjawaban dan kejelasan atas dugaan malpraktik terhadap istrinya. Fajar yang datang bersama tim kuasa hukumnya di temui dr M Saifulhaq.

INFO lain :  Prof Muladi Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Kepada pihak RSUD, mereka menyatakan, tidak segera ditanggapi dan tidak menjelaskan dugaan malpraktek yang menyebabkan kematian itu, hal itu akan dilaporkan ke ikatan dokter Indonesia (IDI) agar ditindak lanjuti sesuai prosedur medis.

“Jika dokter lalai dan tidak cakap menjalankan tugasnya ya harus diberi sanksi dan dihukum, kata dia.

Fajar didampingi dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ICI Jawa Tengah dan juga Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sidak Sodiq dan Agus Subekti, pengacaranya menghadiri audiensi dengan manajemen RSUD Salatiga. Mereka Kasi Medik Rawat Inap dr M Saifulhaq Maududi MKes yang mewakili Direktur RSUD Salatiga. Endingnya, pertemuan berujung buntu tak membuahkan hasil.

INFO lain :  Sanksi Warga yang Nekat Berkeremun dan Bunyikan Petasan di Malam Pergantian Tahun Baru

Pihak RSUD melalui dr M Saifulhaq berjanji akan mempertemukan pihak keluarga Rahayu dengan tim medis yang menangani persalinannya langsung.

Shodiq menambahkan, kasus bermula saat, sebelumnya Rahayu dibawa ke RSUD Salatiga pada hari Jumat 15 Juni 2018. Ketika itu, mereka sedang berkumpul keluarga dan bersilaturahmi ditempat keluarganya di Ngawen, Kecamatan Sidomukti, Salatiga.

INFO lain :  Saksi Kasus Bank Jateng Pekalongan Rp 4,4 Miliar  Bantah Terima Jatah

“Ketika itu kencing di kamar mandi dan diketahui air kencingnya disertai darah. Namun itu hanya berlangsung sebentar dan tak lama darah sudah tidak keluar lagi,” ungkap Shodiq.

Berdasarkan acuan dan prediksi dr Agung, menyebutkan jika Rahayu diprediksi akan melahirkan pada 15 Juni 2018. Untuk itu, keluarga kliennya berinisiatif membawanya ke Puskesmas Pabelan.

Setiba di Puskesmas Pabelan istri klainnya langsung ditangani oleh beberapa tim medis yang membidangi kehamilan dan langsung dilakukan pemeriksaan. Sore sekitar pukul 14.30 Rahayu diperiksa di Puskesmas Pabelan. Hasilnya, tensi darah naik hingga 150 mmHG.