Pekalongan – Pemkab Pekalongan memberikan bantuan kepada 1.914 tenaga pendidik. Kadin Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati mengatakan, bantuan diberikan kepada 1.559 orang pendidik dan tenaga kependidikan.
“Masing-masing sebesar Rp 500 ribu perbulan dan 355 orang masing-masing Rp 200 ribu perbulan, sehingga total penerima kesejahteraan adalah 1.914 orang,” ujarnya, Senin (25/6/2018).
Dikatakannya, tenaga pengajar non PNS satu di antara ujung tombak pendidikan perlu diapresiasi karena pentingnya peranan mereka dalam hal membangun dan memajukan daerah dalam hal ilmu pengetahuan.
Sumarwati menambahkan, pihaknya juga memberikan insentif kepada 2.149 tenaga kependidikan non informal atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
“Operasional pendidikan non informal juga kami berikan ke 829 lembaga TPQ, 443 Madrasah Diniyah dan 8 Lembaga Pendidikan Non Islam, masing-masing menerima Rp 2 juta pertahun yang digunakan untuk keperluan wisuda peserta didik. Sedangkan para pendidiknya menerima Rp 410 ribu pertahun,” imbuhnya.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mengajak para pendidik untuk tidak berhenti berprestasi dan terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Pihaknya berharap ada prestasi pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
“Kami dorong terus agar kualitas pendidikan meningkat. Saya yakin dengan sumber daya yang dimiliki dan kerjasama yang baik, maka hal tersebut akan terwujud,” kata dia.
Asip mengatakan kebijakan pemerintah yang bersifat terapan dengan membantu para guru dari tahun ke tahun akan terus ditingkatkan. Sehingga kualitas dunia pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik juga akan terangkat. (edit)
















