Air bersih yang ada juga sudah sangat sedikit karena PDAM tidak berfungsi. Warga terpaksa harus membeli air. Makanan juga seadanya karena sudah kehabisan perbekalan.
Sebagian warga mengaku menolak mengungsi dan tetap betahan di rumahnya. Mereka khawatir tidak ada yang menjaga barang-barang miliknya.
“Kalau ngungsi takutnya nanti barang-barang di rumah diambil orang,” ucap warga lain.
Dia mengaku saat ini yang paling dibutuhkan warga korban banjir rob adalah air bersih, makanan siap saji dan obat-obatan. Banjir rob yang sudah berlangsung beberapa hari ini tak hanya menyulitkan aktivitas warga. Mereka pun tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih dengan khusyuk.
Warga juga kesulitan untuk sekadar beristirahat, memasak, juga tidur karena semua tempat basah digenangi air laut. Warga juga terpaksa berbuka puasa sambil berdiri di atas genangan air laut. (edi)















