Pekalongan – Ribuan rumah warga di Kota dan Kabupaten Pekalongan masih tergenang banjir rob. Hingga Kamis (24/5/2018) kemarin, warga masih mengungsi dan menjadikan akses transportasi sebagian wilayah lumpuh. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Di Kecamatan Pekalongan Utara, ketinggian banjir rob rata-rata mencapai 1 meter. Sementara, di beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan Tirto, ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Banjir rob kali ini datang secara mendadak dengan ketinggian air yang cukup tinggi. Banjir rob di wilayah kota dan kabupaten Pekalongan kali ini dinilai warga sebagai yang terparah.
“Yang paling parah itu banjirnya hari ini. Sampai saat ini, kita bingung air ini akan lari kemana. Sudah beberapa hari ini tidak surut ini airnya,” kata Triono, salah satu warga.
Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan kondisi air mengalir deras dengan ketinggian berkisar 25 sentimeter hingga 100 cm. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, koordinasi telah dilakukan oleh dinas terkait dan tim SAR untuk evakuasi korban banjir rob ke lokasi yang aman.
“Dampaknya sarana prasarana terendam. Sejauh ini tidak ada korban jiwa,” kata Sutopo .
Ribuan warga Kabupaten dan Kota Pekalongan, harus menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini dengan penuh keprihatinan. Suka cita pun memudar menyusul banjir akibat pasang air laut yang menerjang wilayah mereka.
Daerah terparah terendam rob di Kota Pekalongan meliputi Kelurahan Kandang Panjang, Panjang Wetan, Krapyak, Panjang Baru, Padukuhan Kraton, dan Bandengan. Daerah-daerah itu semuanya berada di Kecamatan Pekalongan Utara. Sedang di Kecamatan Pekalongan Barat meliputi Kelurahan Tirto, dan Pasir Kraton Kramat.
Di Kabupaten Pekalongan, daerah yang terendam rob, yakni Desa Karangjompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo. Semuanya berada di Kecamatan Tirto. Adapun di Kecamatan Wonokerto meliputi, Desa Api-Api, Jambean, Tratebang, serta Wonokerto.
Kondisi permukiman di pesisir utara ini memang sangat memprihatinkan. Banjir rob ini menggenangi ribuan rumah dengan ketinggian antara 50 cm hingga sekitar satu meter.
Warga menuturkan, banjir air pasang kali ini paling parah karena hampir melumpuhkan seluruh aktivitas warga.
“Sudah tujuh hari ini banjir terus dan kali ini sangat besar sehingga seluruh rumah warga terendam,” katanya.
Menurut dia, tingginya banjir rob ini memaksa warga harus berbuka puasa dengan berdiri karena seluruh ruangan rumah terendam dan kursi juga tenggelam. Mereka harus masak di tengah-tengah banjir.















