Tegal – Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di pesisir pantai utara (pantura) diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan karena curah hujan yang meningkat dan gelombang laut yang tinggi.
Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah pesisir di Kota Tegal terendam banjir rob pada Rabu (23/5/2018) sore dengan ketinggian mencapai setengah meter. Rob parah juga terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Brebes hingga Pekalongan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal Andri Yudhi K menyebut, ada tiga kelurahan yang terdampak rob di Kota Tegal.Tiga kelurahan itu kebetulan berada di dekat pesisir pantai di wilayah Tegal yakni Tegalsari dan Muarareja dari Kecamatan Tegal Barat. Sedangkan satunya berada di Panggung, Kecamatan Tegal Timur.
“Ketinggian rob mencapai rata-rata 10 sampai 60 cm. Ini memang karena cuaca ekstrem. gelombang tinggi 1,25 meter sampai dengan 2,5 meter di laut Jawa,” kata dia.
Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, rob di wilayah pesisir pantai utara Jawa dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya karena curah hujan yang menguat.
Hendi, prakirawan Stasiun Meteorologi Tegal (SMT) BMKG mengatakan, faktor lainnya, gelombong tinggi di Laut Jawa turut mendorong air laut mengalami pasang hingga menyebabkan rob.
“Tinggi gelombang laut saat ini di Laut Jawa mencapai 2,5 meter. Gelombang laut yang tinggi ini mendorong air laut masuk ke daratan. Perkiraannya, menguatnya curah hujan dan gelombang tinggi masih akan terjadi dalam dua sampai tiga hari ke depan,” ujarnya.
Indikasi penurunan muka tanah yang juga turut menyebabkan terjadinya banjir rob. Indikasi ini melihat parahnya banjir rob yang terjadi pada tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (edi)















