Brebes – Doa bersama digelar jajaran Kepolisian Resor Brebes bersama sejumlah masyarakat di Mapolres setempat Sabtu malam (12/5/2018). Doa bersama ditujukan terhadap lima anggota Polri yang gugur saat kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018) lalu.
Acara digelar seusai sholat Isya di halaman Mapolres Brebes. Selain jajaran Polres Brebes, dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Pemuda Pancasila (PP), dan Forum Lintas Agama juga tampak hadir dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta di pandu tokoh agama memanjatkan doa bersama. Anggota Polres Brebes juga membentuk konfigurasi huruf yang bertuliskan “Polri Syahid Untuk Negeri” menggunakan lampu flash dari telepon seluler.
Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengatakan, maksud berkumpulnya seluruh elemen masyarakat sebagai wujud kebersamaan untuk bersatu melawan terorisme dan ekstremisme.
“Dengan kita bersama, pasti kita kuat, kita tidak takut akan rongrongan yang bisa mengancam jiwa dan raga kita,” ujarnya.
Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap siaga dan waspada terhadap ancaman terorisme.
“Ancaman tersebut bisa datang setiap saat, kapan saja dan menimpa siapa saja. Untuk itu kita harus tetap waspada,” kata Sugiarto.
Jumat (11/5) malam sebelumnya, doa bersama juga digelar puluhan anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah dengan menyalakan lilin di halaman kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jateng. Acara diikuti pula sejumlah petinggi Polda Jateng.
Hadir di sana, Ketua Pengprov IMI Jateng Kadarusman dan Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin M dan puluhan anggota Polda Jateng, para peserta begitu khidmat mengikuti kegiatan itu.
Bakharuddin mengaku, gugurnya lima anggota Polri tersebut merupakan pukulan yang sangat dalam. Apalagi, mereka gugur dibunuh oleh para teroris dengan cara sadis dan biadab.
“Mereka dibunuh dengan cara sadis, ini sangat biadab sekali. Padahal mereka selama ini sudah menganggap napi teroris itu sebagai keluarga,” tambahnya. (edi)















