Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Semarang, M Farchan mengatakan, perlu adanya redesain, atau perubahan desain dari Kali Beringin. Menurutnya, normalisasi saja, belum tentu bisa mengatasi banjir yang selama ini mengancam. Dalam desain baru, harus disesuaikan dengan perubahan lahan, dan perkembangan dalam 25 tahun mendatang.
Dia menambahkan, awalnya, Kali Beringin merupakan bagian dari saluran irigasi sawah, bukan drainase kota atau banjirkanal. Karenanya, ada penyempitan di hilir, agar bisa mengairi sawah di daerah datar. Berbeda dengan Banjirkanal Barat (BKB) yang sejak awal didesain menyempit di hulu, dan melebar di muara atau hilir.
”Bagaimana nanti desain baru, apakah dilebarkan, atau didalamkan. Harus melalui kanjian terlebih dulu. Redesain ini, juga diperlukan untuk Kali Babon di wilayah timur. Mengingat perubahan lahan di daerah hulu, kondisi sungai juga perlu disesuaikan,” ujarnya.edi















