Jakarta (INFOPlus) – PDIP kembali mengusung Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng. PDIP kemudian memilih putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin sebagai cawagub. Empat Parpol sementara mendukung keduanya. Yaitu, PDIP 27 persen, Demokrat 9 persen, PPP 8 persen, Nasdem 4 persen.
Sementara pesaingnya, Sudirman Said masih belum menentukan pendampingnya melawan Ganjar Yasin. Seejauh ini tiga parpol, mendukubg Sudirman, yaitu Gerindra 11 persen PKS 10 persen PAN 8 persen.
Dua partai lain masih belum menentukan sikapnya. Yakni, PKB 13 dan Golkar 10 persen.
Pakar politik dari Universitas Diponegoro (Undip) M Yulianto menilai keputusan PDI Perjuangan menduetkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pilgub Jateng 2018 memberi keuntungan bagi para penantang.
Salah satu penyebabnya adalah nama Taj Yasin belum terlalu dikenal masyarakat Jawa Tengah. Meski Gus Yasin merupakan putra sesepuh PPP KH Maimoen Zubair, namun profilnya belum dianggap dikenal warga Jateng.
“Sebagai upaya menyatukan kaum abangan dan santri, mereka sebenarnya bukanlah pasangan yang ideal,” kata Yulianto, Minggu (7/1/2018).
Dia menambahkan, Gus Yasin kalah populer dibanding sosok-sosok berlatar belakang santri seperti Gus Yusuf maupun Marwan Jafar.
“Jadi, ini masih hanya mengandalkan kekuatan partai PDIP,” sambung Yulianto..
Menurut Yulianto, rivalitas Ganjar-Taj Yasin dengan Sudirman Said yang diusung sebagai calon gubernur oleh Gerindra, PAN, dan PKS, makin memanas.
Tinggi rendahnya persaingan, sambung Yulianto, bakal ditentukan oleh pemilihan nama cawagub yang baru dimumumkan Senin (8/1).
“Kans Sudirman (memenangi pilgub) semakin bertambah itu dilihat dari figur cawagubnya. Sebaiknya mempertimbangkan keputusan politik yang bisa mewakili kalangan NU yang lebih luas dari Gus Yasin,” tegas Yulianto.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018) mengumumkan nama Ganjar Yasin maju Pilkada.
“Untuk Jateng, yang pertamanya tetap Pak Ganjar Pranowo,” kata Mega.
Megawati lalu mengumumkan nama Taj Yasin sebagai cawagub untuk mendampingi Ganjar. Namun, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini tidak hadir di Kantor DPP PDIP.
“Anaknya Mbah Maimun, Mas Taj Yasin Maimun. Jadi Pak Ganjar sudah pasti ada wakilnya,” ucap Megawati.
Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) pun bercerita proses lobi dari PDIP yang hanya 12 jam.
“Dinamika dalam 12 jam terakhir memang tajam karena sejak siang jumpa di Medan, ada pembicaraan soal Jateng dan sore kita komunikasi intensif dengan PDIP,” kata Romi di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018).
















