Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku tidak mengetahui perihal pemberian uang Rp 150 juta oleh Utut Adianto, Wakil Ketua DPR RI kepada Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi untuk pemenangannya di Pemilihan Gubernur beberapa waktu lalu.
Ganjar mengaku tidak mengetahui sumber dan kegunaan uang tersebut.
“Kita tidak ngerti bener digunakan untuk apa. Silahkan saja dibuktikan,” kata Ganjar usai acara di MG Suite Semarang, Kamis (13/12/2018).
Ganjar membenarkan jika di partainya terdapat konsep gotong royong berupa iuran. Mengenai sumber dana iuran tersebut, dirinya menyebut tidak pernah ditanyakan kepada donaturnya.
“Biasa. Ada kultur kita iuran. Maka kita juga kaget, ya kita serahkan ke pengadilan,” tegasnya.
Utut Adianto Wahyuwidajat diperiksa pada sidang perkara dugaan korupsi yang menyeret Tasdi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/12). Utut mengakui memberikan uang Rp 150 juta untuk Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi. Pemberian itu dilakukannya lewat stafnya terkait kepentingan partainya.
“Rp 150 juta saya berikan ke terdakwa,” ungkap anggota DPR RI dua periode dari PDIP itu saat di hadapan majelis hakim diketuai Antonius Widijantono.
Utut yang sempat mangkir dua kali panggilan jaksa itu mengaku kenal Tasdi saat pencalegannya 2008 lalu. Tasdi ketika itu menjadi Ketua DPC PDIP Purbalingga sekaligus Ketua DPRD Purbalingga.
“Sekitar 2009 awal. Pemilu April 2009. Sekitar 2015 Tasdi Pilkada bupati dia menang,” kata Utut yang menjadi anggota DPR RI dari Dapil 7 wilayah Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga.
Mantan atlet catur Indonesia itu mengakui memberikan uang Rp 150 juta untuk Tasdi.
“Benar. Tanggalnya lupa. Tahun itu ada Pilgub. Rp 150 juta saya berikan ke terdakwa. Terdakwa sudah jadi bupati. Dia ketua partai. Bukan acara pemerintahan. Tapi dalam rangka memenangkan Mas Ganjar. Saya berikan lewat staf. Bukan saya. Saya lupa. Tapi betul ada penyerahan,” kata Utut.
Diakuinya, pemberiannya itu dilakukan terkait kegiatan PDIP di Purbalingga saat dilakukan apel bersama yang diikuti antara 4000 sampai 5.000 orang. Menurutnya, atas kegiatan itu, dirinya diminta bantuan dana.
“Dia (Tasdi) sebagai ketua cabang membuat acara Raker. Di partai kami, konsepnya gotong royong. Semampunya. Banyak sekali orangnya. Saat kumpul sekitar 4.000 sampai 5.000. Kami urunan. Gotong royong semampunya,” kata dia.
(ang/dit)















