Dialog Nasional “Sayangi Nyawa Kurangi Kecepatan”

oleh

Kota Semarang – Pekan Acara Nasional Keselamatan Jalan dan Dialog Nasional digelar di Gedung Merbabu PRPP Kota Semarang, Minggu (12/8/2018).

Hadir dalam acara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sekda Provinsi Jateng, Kepala Jasa Raharja Jateng dan Wakil Walikota Semarang serta Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Brigjen Pol Drs. Ahmad Luthfi.

Sebanyak 1600 peserta dari perwakilan pelajar, masyarakat dan pengusaha muda transportasi angkutan se-Jateng dengan mengsung tema “Sayangi Nyawa Kurangi kecepatan”.

INFO lain :  Diduga Rangkap Jabatan. Hakim Adhoc PHI Semarang Subronto Dilaporkan ke KY dan Terancam Dicopot

Sebelum dialog, ditampilkannya peragaan Safety Riding dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng dan pemutaran selayang pandang program Nawa Cita Pemerintah RI dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang menyatukan Nusantara.

Menteri Perhubungan dalam dialog menyampaikan bahwa Keprihatinan pemerintah dengan masih ditemukannya kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang sifatnya menonjol, dan maraknya pelanggaran lalulintas.

Dikatakannya, penyebab kematian yang diakibatkan laka lantas adalah urutan nomor 2 dimana untuk Jateng urutan ke 2 angka kecelakaan tinggi setelah Prov Jatim.

INFO lain :  Pencuri Angsa di Gebog Kudus Remuk Dihajar Massa

“Penyebab utama kecelakaan adalah didahuluinya dengan pelanggaran lalulintas, dalam kegiatan dialog nasional ini kita mencanangkan keselamatan adalah sebuah kebutuhan pokok, dan pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan akan all out dengan menggandeng Polri untuk berusaha menekan angka laka lantas,” ujar Menhub RI.

Sementara itu Menteri Luar Negeri RI dalam forum dialog ini mengharapkan kepada masyarakat Jateng dalam berkendara seyogyanya.

INFO lain :  Granat Nanas dan Amunisi Sisa Perang Ditemukan Warga Pemalang

“Hati hati, patuhi rambu lalulintas (bukan hiasan atau pajangan di jalan), perhatikan juga kondisi kendaraan untuk kenyamanan di jalan,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Tengah menambahkan bahwa jajaran Pemprov dalam hal ini jajaran perhubungan sedang sosialisasi program ODOL (Over Dimensi dan Over Load) yaitu penetapan batas muatan untuk modal angkutan barang dan manusia.

“Bangun minsade masyarakat dalam kesadaran berlalulintas untuk cermin kepribadian kita sebagai masyarakat untuk sadar hukum terutama bidang lalu lintas,” tegas Gubernur.edit