JAKARTA,INFOPlus.— Kolaborasi antarnegara menjadi kunci untuk menghadapi perubahan model bisnis dan meningkatnya transaksi lintas batas. Kerja sama ini penting untuk memperkuat kepastian perpajakan, mempermudah pemenuhan kewajiban pajak, serta mendukung perdagangan dan investasi global.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 13–15 Oktober 2026. Mengusung tema Smart Taxation, Shared Prosperity, forum ini menjadi wadah bagi administrasi pajak berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan mencari solusi atas tantangan perpajakan global.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam rilisnya,Rabu(14/10) menegaskan bahwa perubahan model bisnis dan perkembangan transaksi lintas negara menuntut penguatan kerja sama internasional agar administrasi perpajakan semakin adaptif dan mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha.
“Melalui forum ini, kita saling belajar untuk memperbaiki pengelolaan pajak dan pelayanan kepada wajib pajak. Harapannya, wajib pajak semakin mudah memenuhi kewajibannya dan dunia usaha mendapatkan kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya,” ujar Bimo.
Salah satu agenda pembahasan adalah pemajakan atas bisnis berbasis platform dan layanan digital lintas negara, termasuk identifikasi wajib pajak, pendekatan pemajakan, serta pertukaran data antarnegara. Forum ini juga membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan.
Selain itu, BRITACOF 2026 mengagendakan peluncuran Tax Administration Product Portfolio (TAPP) 2.0 dan Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0 sebagai referensi pengembangan administrasi dan pelayanan perpajakan.
Melalui forum ini, DJP berharap pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kapasitas institusi perpajakan, serta menciptakan sistem perpajakan yang adaptif dan memberikan kepastian bagi dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global. (Kar/Prie)
DJP Perkuat Kolaborasi Global, Hadapi Tantangan Pajak di Era Bisnis Lintas Negara















