Magelang – Berdalih kepepet ingin membelikan sepatu baru untuk anak yang disayanginya, Slamet Sartono (55), warga Pringsurat, Kabupaten Temanggung harus berurusan dengan polisi. Dia ditahan di Mapolsek Magelang Selatan, Kota Magelang karena tertangkap tangan mencuri uang di dalam kotak amal masjid.
Pencurian terjadi di Masjid Al Ikhlas, Perumahan Tidar Indah Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, kemarin.
“Saya kepepet mau membelikan sepatu anak. Rencana buat beli sepatu anak, anak itu malamnya nangis minta sepatu. Kemarin baru daftar SMK dan diterima, ini anak terakhir saya,” ujar Slamet, di Mapolsek Magelang Selatan, Kamis (12/7/2018).
Slamet mengaku tak berniat dan terpaksa mencuri karena tak memiliki uang untuk membeli sepatu anaknya yang akan masuk sekolah. Dia mengaku gelap mata dan pusing memikirkan sepatu baru untuk anak bungsunya yang akan masuk sekolah tahun ajaran baru 2018/2019 nanti.
Dikatakan , bapak tiga anak itu, awalnya ia berangkat dari Temanggung menuju Kota Magelang adalah untuk berziarah di makam yang ada di Gunung Tidar. Dia mengaku sudah rutin setiap satu bulan sekali ke makam itu untuk sekedar mencari ketenangan.
“Setelah ziarah, berhenti di masjid dan melihat kotak amal sudah awut-awutan,” aku Slamet.
Dirinya mengaku tidak melakukan pembongkaran kotak amal lantaran gembok yang ada sudah dalam keadaan tak terkunci. Sementara rantai yang mengikat juga sudah kendor.
Aksi Slamet digagalkan setelah seorang takmir masjid memergokinya membobol kotak amal.
“Pelaku ada di dalam, kemudian kotak amal juga terbuka, mungkin sedang diambil uangnya,” ujar Wisnu Wihadi mengaku melihat sendiri ulah pelaku.
Melihat hal itu, Wisnu spontan berteriak dan mengundang warga sekitar. Pelaku pun tertangkap dan sempat menjadi bulan-bulanan warga.
Pelaku akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian bersama dengan barang bukti uang dari kotak amal masjid senilai Rp 600 ribu. (edit)
















