Box O’fish Bikinan Guru Besar Undip, Jaga Kesegaran Ikan Lebih Lama

oleh
alat penyimpanan ikan temuan undip
Box o'fish, alat penyimpanan ikan temuan Guru Besar Undip, Prof Muhammad Nur. (Foto: Ist)

SemarangINFOPlus. Salah satu guru besar Universitas Diponegoro (Undip), Prof Muhammad Nur berhasil menciptakan box o’fish, alat penyimpanan ikan berbasis teknologi plasma ozon. Alat ini bikin kesegaran ikan lebih tahan lama.

Undip terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui temuan terbaru dari Guru Besar Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Prof Muhammad Nur, berupa alat penyimpanan ikan berbasis teknologi plasma ozon.

Dikenal dengan nama box o’fish (box storage ozone for fish), yaitu sistem penyimpanan dengan memanfaatkan plasma ozon yang mampu menjaga kesegaran ikan lebih lama tanpa meninggalkan residu. Teknologi tersebut mulai diterapkan dalam kapal-kapal penangkap ikan di Indonesia.

INFO lain :  Undip Semarang Kukuhkan Empat Guru Besar

Jika sebelumnya nelayan hanya dapat mempertahankan kesegaran hasil tangkapan selama tiga hari menggunakan es batu (slurry ice), kini dengan teknologi ini kesegaran ikan dapat dipertahankan hingga lebih dari tujuh hari.

“Selama ini, nelayan kita terpaksa berlabuh lebih awal karena khawatir hasil tangkapannya membusuk. Teknologi ini menjadi solusi agar ikan tetap segar lebih lama, sehingga nelayan bisa lebih lama melaut dan meningkatkan volume serta nilai jual tangkapannya,” ujar Prof Muhammad Nur, lewat siaran pers diterima Senin (2/6).

Selain efisien dan terjangkau, teknologi ini juga ramah lingkungan. Plasma ozon yang digunakan hanya bertahan 40 menit dalam air dan tidak meninggalkan residu apapun.

INFO lain :  Nelayan Cilacap Jatuh dari Kapal, Ditemukan Meninggal Dunia

Teknologi ini telah dimodifikasi agar sesuai kebutuhannya. Untuk skala kecil seperti box penyimpanan di kapal maupun skala besar seperti cold storage dan kontainer darat.

Penerapan teknologi ini juga didukung oleh sistem pemantauan kapal perikanan atau vessel monitoring system (VMS) serta bantuan sarana tangkap lainnya seperti coolbox, drum solar, dan basket hasil kerja sama dengan berbagai pihak.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi integratif untuk meningkatkan efisiensi logistik hasil tangkapan ikan.

Biaya investasi juga relatif murah, misalnya satu mesin plasma ozon bisa untuk 30 box penyimpanan, harganya masih terjangkau nelayan. Teknologi ini dinilai sangat potensial untuk diadopsi lebih luas oleh pelaku usaha perikanan kecil dan menengah di berbagai daerah.

INFO lain :  Dosen Undip Ciptakan Robot Hybrid Serangga untuk Penyelamatan Korban Bencana

Berkat temuan inovatif tersebut, Prof Muhammad. Nur diundang dalam perayaan puncak HUT ke-52 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang digelar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Jakarta, 26 Mei lalu.

Teknologi plasma ozon ini bukan pertama kali dikembangkan. Sebelumnya, Prof Muhammad Nur telah berhasil menerapkannya untuk mengawetkan hasil-hasil pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan, dan telah digunakan secara luas di berbagai wilayah di Indonesia.