Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang ajak investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di wilayahnya melalui gelaran Sembiz (Semarang Business Forum) ke-17.
Pemkot Semarang gelar Sembiz ke-17 di Jakarta sebagai upaya jemput bola untuk menggaet investor. Tahun ini menjadi kali kedua agenda rutin tahunan tersebut digelar di Jakarta yang menjadi pusat bisnis di Indonesia.
“Kami mewakili Pemkot Semarang menyampaikan matur nuwun atas kehadirannya di Sembiz ke-17. Kami memang mempunyai pandangan bahwa kita harus menjemput bola para investor,” ungkap wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat pembukaan Sembiz di Grand Hyatt Jakarta, Rabu (9/10).
Wali kota yang biasa disapa Mbak Ita tersebut mengungkapkan jika kehadiran para calon investor di acara Sembiz ke-17 menjadi harapan dan angin segar bagi pertumbuhan Kota Semarang.
Menurutnya, jika menunggu para investor untuk datang ke Kota Semarang akan memakan banyak waktu mengingat kesibukan seorang pebisnis. Maka, dengan adanya acara Sembiz di Jakarta, akan memudahkan promosi proyek yang ada di Kota Semarang untuk menjangkau target investor.
“Kami juga mendorong investor-investor yang sudah membuka investasi di Kota Semarang untuk bisa menambah investasi lagi, seperti POJ dan Pakuwon. Harapannya bisa memberikan kontribusi yang lebih baik supaya laju pertumbuhan ekonomi kami lebih tinggi dari pada rata-rata nasional,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Mbak Ita menyampaikan capaian positif Kota Semarang. Di antaranya terkait Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di mana pada tahun 2023, LPE Kota Semarang mencapai 5,79 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang mencapai 84,43 persen.
“Angka capaian ini membuat LPE dan IPM Kota Semarang lebih tinggi dari rata-rata Jawa Tengah dan nasional. Perkembangan inflasi Kota Semarang juga relatif terjaga yakni berada di angka 1,85 atau landai dibandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” terang dia.
Di sektor pariwisata, kunjungan wisata ke Kota Semarang juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022 tercatat ada 5,3 juta pengunjung dan naik menjadi 6,4 pengunjung wisata pada tahun 2023.
“Kota Semarang juga menjadi kota tujuan migrasi populer di Indonesia mengingat terdapat berbagai perguruan tinggi terkemuka nasional. Meski statusnya sebagai kawasan metropolitan, Kota Semarang juga masih memiliki lahan produktif sekitar 30 ribu hektar yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan,” beber Mbak Ita.












