Semarang – INFOPlus. Maling di Semarang ini memang kebangetan. Ia mengincar barang berharga orang lain yang tengah menjalankan salat di masjid. Setidaknya sudah ada tiga orang yang jadi korban namun baru satu yang resmi melapor ke polisi.
Hari apes memang tidak mengenal waktu dan tempat. Seperti yang dialami oleh Sukardi Harno (44), seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Genuk, Kota Semarang. Maksud hati ingin menjalankan ibadah salat Isya berjemaah, jok motornya didodos maling dengan cara dicongkel. Uang Rp 1,5 juta amblas dibawa kabur pencuri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun INFOPlus, korban Sukardi sudah melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi lewat Aplikasi Libas. Tempat kejadian perkara dan waktu peristiwa berada di pelataran parkir masjid di Banjardowo, Genuk, Rabu (15/5) malam
Tak hanya Sukardi, aksi pencurian dengan modus congkel jok motor tersebut belakangan juga diketahui memakan dua korban lainnya di tempat dan waktu yang sama.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto membenarkan kejadian pencurian tersebut. Bahwa korban Sukardi yang merupakan warga Karangroto, Genuk, awalnya melapor melalui aplikasi Libas dan langsung ditindaklanjuti jajarannya dengan melakukan penyelidikan.
Berdasarakan keterangan korban, lanjut dia, aksi pencurian itu terjadi saat para korban sedang melaksanakan salat Isya berjemaah, sekira pukul 18.41 WIB.
“Total ada tiga motor (dicongkel jok motornya). Korban sedang salat berjemaah, terus kemudian joknya dicongkeli dan pelaku mengambil barang di dalam jok,” tutur Rismanto saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Kamis (16/5).
Rismanto menyebut, dari tiga motor yang dicongkel tempat duduknya, salah satu motor ternyata berisi barang berharga. Korban mengaku kehilangan dompet berisi surat penting dan uang yang diletakkan di dalam bagasi di bawah jok motor.
“Yang laporan baru satu, itu korban kehilangan dompet berisi surat-surat dan uang sebesar Rp 1,5 juta,” ujar dia.
Saat ini pihak kepolisian sudah mendatangi TKP, dan sedang melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan meminta rekaman CCTV untuk memburu pelaku.
“Ya ini masih dalam proses penyelidikan untuk menangkap pelaku,” imbuh Kapolsek. (Mh) []
















