Semarang – INFOPlus. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan siap nyalon sebagai wakil wali kota (wawali) di Pilwakot Semarang 2024. Karena bagian dari hak politik pribadi ia merasa tak perlu minta izin ke atasannya meski berstatus abdi negara.
Kesiapan terjun ke dunia politik ini ditunjukkan Ade Bhakti lewat pengambilan formulir pendaftaran balon wawali di kantor DPC PDI Perjuangan, Manyaran, Semarang Barat, Jumat (10/5).
“Itu hak politik pribadi. Seperti pilpres pileg kemarin , mosok mau nyoblos apa, saya harus izin dulu (ke atasan),” ucap dia usai mengambil formulir pendaftaran.
Diketahui, Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin sebelumnya sudah mengambil formulir pendaftaran balon wali kota di DPC PDI Perjuangan. Sedangkan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu belum memastikan maju atau tidak meski dukungan untuk nyalon lagi gencar datang dari ragam kalangan.
Ade Bhakti sendiri selain sebagai ASN Pemkot Semarang, dikenal masyarakat luas sebagai konten kreator. Namanya meroket usai mengkritik lomba nasi goreng yang digagas Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang. Kritikan tersebut disinyalir menjadi penyebab Ade dimutasi dari Camat Gajahmungkur ke Sekretaris Dinas Damkar.
Disinggung pilihannya sebagai wawali, Ade mengaku sadar diri. Selain itu, statusnya sebagai ASN tidak bisa menjadikan dirinya sebagai kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
“Karena lebih sadar diri, dan saya juga tidak memiliki KTA PDIP. Peluang menjadi wakil wali kota secara perhitungan lebih terbuka,” sebut dia.
“Dan harapan saya, siapapun wali kota dari PDIP, kalau wakil bukan hanya awak (badan) sama sikil (kaki), tetapi apa yang menjadi pikiran dan ide saya bisa memberikan masukan kepada wali kota siapapun itu,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Ade menegaskan siap mundur dari ASN jika kelak rekomendasi wawali jatuh ke dirinya. Saat ini ia juga belum kepikiran untuk nyalon lewat partai lain.
“Mendaftar ke partai lain, kita lihat dulu, saya masih bulat ke PDIP. Seusai ketetapan KPU, setelah ditetapkan saya siap mundur dari ASN,” tukasnya.
Sementara, bursa pencalonan kepala daerah di PDI Perjuangan dimeriahkan juga dengan pengambilan formulir pendaftaran wawali dari internal partai, Hanik Khoiru Solikah. Politisi perempuan yang juga wakil rakyat Kota Semarang ini mengaku niatnya mendaftar lantaran hingga saat ini belum ada balon perempuan.
“Melihat fenomena sejak hari pertama sampai hari ini, kita lihat kok yang mendaftar cowok semua. Yang mewakili kita, perempuan-perempuan, kok belum ada. Jadi saya mencoba mendaftar agar ada keterwakilan perempuan,” ujar dia. []
















