Banjarnegara – INFOPlus. Mbah Wahudin (65) hanyut tenggelam saat menyeberangi Sungai Pekacangan, Banjarnegara. Pria tua tersebut akhirnya ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Mbah Wahudin diketahui merupakan warga Desa Tribuana RT 03 RW 02, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Pagi tadi, sekira pukul 07.00 WIB, korban menyeberangi Sungai Pekacangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono menuturkan sudah menjadi rutinitas Mbah Wahudin seberangi sungai lantaran sawahnya diseberang sungai.
“Mbah Wahudin seberangi sungai untuk menuju sawah bersama tetangganya,” ujar Budiono.
Kondisi Sungai Pekacangan yang biasanya tenang, pagi tadi ternyata berarus cukup kencang. Namun dua warga tersebut tetap nekat menyeberang.
“Tetangganya bisa menyeberang, namun karena tidak kuat melawan arus dan juga tubuhnya sudah cukup renta, Mbah Wahudin hanyut terseret arus,” sebutnya.
Tak bisa berbuat banyak untuk melakukan pertolongan, tetangga korban melapor ke perangkat desa setempat. Selanjutnya informasi kondisi membahayakan manusia itu diteruskan ke aparat terkait, termasuk tim SAR.
Basarnas Pos SAR Wonosobo dan tim SAR gabungan yang menerima informasi tersebut langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Sungai Pekacangan diketahui memiliki lebar sekitar 15 meter dengan kedalaman 1-3 meter.
Akhirnya sekira pukul 12.30 WIB, usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil. Tubuh korban ditemukan tim SAR tersangkut di bebatuan di pinggir sungai.
“Korban ditemukan meninggal dunia tersangkut di pinggir sungai, jaraknya kurang lebih 15 Km dari lokasi awal kejadian, sudah masuk wilayah Purbalingga dan langsung dibawa ke rumah duka,” kata Budiono.
“Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras sehingga korban bisa segera ditemukan. Harapan kami semoga masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sungai agar terhindar dari musibah yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Ags/Mw)












