Jakarta – Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menyebut, pentingnya peran pers dalam perkembangan kegiatan industri perbankan di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Pihaknya berharap kedepan dapat terjalin hubungan yang harmonis antara insan pers dengan pelaku industri dan perbankan.
Hal itu diungkapkan Yuddy, dalam acara media gathering yang dihadiri Pemimpin Redaksi Media, Pemimpin Media, Pemimpin Organisasi Media di Indonesia, di Jakarta, Senin (11/12/2024). Acara gathering sebagai bagian dukungan Bank BJB. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry CH Bangun.
Yuddy Renaldi menyampaikan, Bank BJB senantiasa memberikan dukungan pada berbagai kegiatan jurnalis, termasuk PWI, untuk terus meningkatkan kualitas dunia jurnalisme.
Disampaikan berbagai update dan juga insight dari narasumber yang kompeten, salah satunya Piter Abdullah selaku Direktur Eksekutif Segara Research Institute, mengenai perkembangan ekonomi terkini.
“Bank BJB senantiasa mensupport berbagai kegiatan jurnalis, dan tentu saja berkomitmen memperkuat kerjasama dan mempererat silaturahmi, terutama dengan pemimpin redaksi media, pemimpin media dan pemimpin organisasi media. Bank BJB mengucapkan terimakasih atas dukungan media sehingga berbagai capaian positif Bank BJB tersampaikan ke publik,” ucap Yuddy.
Yuddy menambahkan, kegiatan media gathering diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik, sehingga dapat menyajikan berita bermanfaat kepada masyarakat, khususnya di sektor perbankan yang sangat dinamis.
Sebagaimana dicontohkan Yuddy, keberhasilan bisnis Bank BJB yang terus tumbuh saat ini, karena support dan peran serta media.
“Alhamdulillah, Bank BJB sepanjang kurun waktu 2023 tetap mampu menjaga pertumbuhan bisnis di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional dan global. Keberhasilan tersebut dikarenakan berbagai inovasi dan juga peningkatan layanan perbankan yang dikeluarkan Bank BJB direspons positif konsumen dan nasabah setia,” ucap Yuddy.
Sepanjang kurun waktu 2023, kinerja Bank BJB tetap solid, salah satunya didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit. Pada kuartal III Bank BJB secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp1,42 triliun.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat menjadi Rp5,23 triliun pada kuartal III. Lebih lanjut, pendapatan berbasis komisi atau fee based income menjadi Rp1,02 triliun pada kuartal III/2023, dibanding sebelumnya Rp834,37 miliar pada kuartal III/2022.
Total aset Bank BJB tercatat sebesar Rp179,31 triliun pada September 2023. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pada kuartal III/2023 tercatat 1,26% dan NPL net 0,63%. Adapun, dari segi himpunan dana pihak ketiga (DPK) bank tercatat Rp130,86 triliun. Dana murah atau current account savings account (CASA) Bank BJB naik 1,09% menjadi Rp55,3 triliun pada September 2023, dibanding Desember 2022 sebesar Rp54,7 triliun.
(red)












