Atasi Kemacetan Genuk-Sayung, Dishub Kota Semarang dan Polres Demak Rekayasa Lalu Lintas

oleh
Atasi kemacetan di Kaligawe maupun depan Pasar Sayung, Dishub Kota Semarang dan jajaran kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan mitigasi untuk atasi kemacetan di wilayah Genuk-Sayung. Kemacetan terjadi sebagai dampak dari betonisasi Jalan Kaligawe.

Adapun titik kemacetan, terjadi di sekitar Pasar Sayung, Mranggen, Demak dan Jalan Kaligawe dari arah Demak menuju Kota Semarang maupun sebaliknya.

Dalam upaya penanganan kemacetan tersebut, Dishub Kota Semarang berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang, Polres Demak dan Dinas Perhubungan Kabupaten Demak. Koordinasi terkait optimalisasi jalur alternatif di wilayah Kabupaten Demak.

INFO lain :  Gandeng Pengusaha Entaskan Stunting di Semarang, Mbak Ita Luncurkan Cempaka

“Tadi ada usulan jalur alternatif dari Demak menuju Kota Semarang. Yang pertama kendaraan roda dua dan kendaraan kecil diarahkan melalui jembatan Onggorawe menuju Jalan Woltermonginsidi,” ungkap Plt Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, Jum’at (8/12).

“Sedangkan kendaraan besar diarahkan melalui pos/halte Buyaran menuju Jalan Guntur-Pamongan-Bulusari menuju pasar Genuk atau Mranggen,” sambungnya.

INFO lain :  Lantik 184 Pejabat di Pemkot Semarang, Ini Pesan Mbak Ita

Danang menjelaskan pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Semarang dan Unit Lantas Polsek Genuk akan menerapkan sistem kontra flow lalu lintas pada ruas Jalan Kaligawe dari Semarang menuju Demak terutama pada jam padat.

Jadwal kontra flow dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 10.30 – 11.30 WIB dan pukul 15.00 -16.00 WIB. Karena itu, pihaknya akan mengerahkan petugas ke titik kemacetan pada waktu-waktu tersebut.

INFO lain :  Vonis 5 Taruna PIP yang Tewaskan Juniornya Diringankan di Tingkat Banding

“Kami juga akan menutup bukaan median Jalan Kaligawe yang terdampak kemacetan lalu lintas untuk menghilangkan konflik lalu lintas. Memang kondisinya meski tidak ada perbaikan, volume kendaraan yang melintas selalu padat. Kendaraan bisa melalui jalur alternatif, maupun masuk tol karena pembangunan jalan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas,” imbuh Danang. (Ags/Mw)