Batang – Apel gelar pasukan pengamanan Operasi Ketupat Candi 2018 digelar di lapangan Gringsing Kabupaten Batang, Rabu (6/6/2018). Apel dipimpin langsung Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dengan Komandan Apel Kapolres Batang. Apel operasi bertajuk “Kita tingkatkan sinergitas Polri dan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1439H”.
Dalam kesempatan itu dikatakan, sebanyak 1.768 personel Brimob yang terploting dalam Operasi Ketupat Candi terbagi di beberapa titik rawan. Diantaranya sebanyak 388 tersebar di dalam tol baru wilayah Jateng mulai dari Pejagan Brebes sampai dengan Sragen. Adapun sebanyak 1.380 personel tersebar di beberapa titik rawan di luar jalan tol di Kabupaten/kota Wilayah Jateng termasuk di jalur pantura.
Kapolda Jateng membacakan amanat Kapolri mengatakan, terdapat 4 potensi kerawanan yg menjadi atensi selama Operasi Ketupat Candi 2018 yang dilaksanakan selama 18 hari yaitu terhitung dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 24 Juni 2018 mendatang.
“Antara lain tentang stabilitas harga dan ketersedianya bahan pangan, kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas), bencana alam dan ancaman kamtibmas lainnya seperti curat, curas, copet, pencurian di rumah kosong, begal, hipnotis,” kata Kapolda yang juga menekankan antisipasi tindak pidana terorisme.
Kapolda Jateng memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 8-9 Juni 2018. Selain mempersiapkan jajaranya guna kelancaran arus mudik, terdapat tiga potensi kerawanan yang menjadi fokus dalam operasi ketupat.
“Hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik lebaran,” jelasnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat.
Optimalkan pelayanan pada 3.097 Pos Pengamanan, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 Pos Check Point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi.
“Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis. Untuk itu, para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah preventif yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada. Kami juga berharap, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam,” tegas Kapolda Jateng. edi
















