Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu ingin Balai Kota Semarang menjadi kompleks kantor pemerintahan berkonsep green building. Karena itu kebersihan dan keasrian tanaman wajib dijaga.
Mengawali aktifitas pada Jumat (8/9) pagi, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan pengecekan kondisi taman dan lingkungan di sekitar Balaikota Semarang.
Bagi Mbak Ita, sapaan wali kota, kebersihan dan keasrian gedung balai kota menjadi sangat penting supaya siapapun yang berkunjung mendapat kesan yang baik.
Dalam sidak tersebut, ditemukan banyak puntung rokok dan sampah plastik yang dibuang tidak pada tempatnya. Ia meminta tenaga kebersihan untuk lebih bisa menjaga kebersihan pusat pemerintahan Kota Semarang itu.
Ita juga ingin tanaman di depan Balai Kota Semarang dapat dirawat secara ekstra, lebih-lebih di saat musim kemarau sekarang ini.
“Saya mengecek halaman balai kota yang kurang bersih, masih banyak puntung rokok dan plastik-plastik. Saya harap tenaga kebersihan ini membersihkan lagi, saya lihat tanaman-tanaman ini kurang didangiri (dibersihkan dari rumput liar), kurang diberi pupuk sehingga kurus-kurus dan tidak cantik dilihat,” beber dia.
Atas temuan tersebut, Ita berharap dinas-dinas terkait dapat bergerak bersama, sekaligus saling melengkapi guna mewujudkan kantor pemerintahan yang green building.
“Ini mestinya menjadi titik pusat di Kota Semarang, sehingga saya minta Disperkim, DPU, DLH, Dinas Pertanian nyengkuyung (bergotong-royong) saling melengkapi. Sehingga saya minta dibenahi lagi biar tanaman yang ada tanbah cantik, karena banyak yang kering dan kurus-kurus,” ucapnya.
Dengan taman Balai Kota Semarang yang cantik dan kantor yang green building, dirinya berharap Pemkot Semarang dapat menjadi percontohan dari kabupaten atau kota dalam pengelolaan kantor pemerintahan.
“Ini (Balaikota Semarang) bisa menjadi cantik dan menjadi kantor green building sebagai kantor percontohan. Karena kita tahu tadi ada beberapa kabupaten atau kota datang kesini, sehingga bisa memberi kesan yang lebih lagi di kota Semarang,” imbuhnya.
Pemkot Semarang sendiri berkomitmen dalam upaya penanggulangan sampah plastik melalui Perwal No 27 Tahun 2019. Selain itu, Pemkot Semarang juga aktif melakukan kampanye Semarang Wegah Nyampah. (Ags/Mw)












