Tegal – INFOPlus. Sebanyak 57 kapal terbakar di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo minta pelabuhan bisa diredesain agar kejadian serupa tak terulang.
Puluhan kapal yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Senin (14/8) malam. Sebanyak 52 kapal habis dilalap si jago merah.
Hari ini, Rabu (16/8), api merembet ke lima kapal lain, sehingga ada 57 kapal yang terbakar. Gubernur Ganjar datang langsung ke Tegal guna memantau sekaligus memberikan arahan proses pemadaman api.
“Ini ada penambahan kapal yang terbakar karena kondisi angin maka kami dibantu seluruh tim. Ada dari Angkatan Laut, dari Kodim, Polres, terus ini komplit dari KKP juga datang semuanya,” kata Ganjar usai mengecek lokasi.
Hasil pantauan di lokasi, ternyata proses pemadaman api terkendala peralatan dan kondisi angin kencang. Ganjar langsung berkoordinasi dengan Kepala BNPB Suharyanto melalui sambungan telepon.
“Memang butuh peralatan, tadi saya sudah koordinasi dengan BNPB agar wali kota membuat surat darurat, sehingga kalau satu area itu seperti jebakan, mereka masuk di situ dan tidak bisa keluar sedangkan ditembak dengan pemadam kebakaran yang manual tidak selesai, nampaknya butuh waterboom pakai heli. Dari sana sudah siap,” jelasnya.
Ganjar mengatakan, penanganan saat ini adalah bagaimana memadamkan api yang membakar puluhan kapal itu.
Jika urusan pemadaman dan evakuasi bangkai kapal selesai, akan diambil langkah berikutnya. Yaitu mendesain ulang pelabuhan dan menyiapkan regulasi yang tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya sudah minta tadi dari pemkot, dari pemprov, dari KKP juga, untuk kita re-design. Bagaimana regulasinya, bagaimana secara fisiknya agar ini bisa diatur dan tidak terulang. Aturannya mesti keras,” katanya.
Aturan tersebut juga berkaitan dengan asuransi kapal milik nelayan. Sebab, dari 57 kapal yang terbakar, semuanya tidak diasuransikan oleh pemiliknya. Apalagi, ada yang memiliki lebih dari satu kapal.
“Memang setelah saya tanya, satu pun tidak ada yang diasuransikan. Ini rasa-rasanya kami perlu edukasi dari HNSI, penting kapal diasuransi. Tadi ada dua kalau nggak salah yang memiliki lima kapal. Pasti kerugiannya cukup besar,” tegasnya.
Di samping menuntaskan proses pemadaman api, pemerintah juga sudah menyiapkan bantuan bagi para nelayan yang terdampak dan tidak bisa melaut.
“Kami minta para nelayan yang tidak bisa melaut hari ini, kami kasih bantuan makanan dulu karena selama beberapa hari ini, ia akan kesulitan,” imbuh dia.(Ags/Ts)
















