Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang menggelar lomba masak nasi goreng bagi warga dalam rangka menyambut HUT RI ke-78. Lomba yang digagas Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita ini ternyata dapat sindirian dari Camat Gajahmungkur Ade Bhakti.
Camat Gajahmungkur Ade Bhakti membuat konten di TikTok yang menyindir kegiatan yang digagas wali kotanya, lomba masak nasi goreng ala Mbak Ita. Padahal Ade Bhakti adalah salah satu pejabat eselon tiga di lingkungan Pemkot Semarang.
Ade Bhakti memposting konten dengan caption ‘digempur Nasi Goreng’, Sabtu (29/7). Hingga Senin (31/7), konten orang nomor satu di jajaran Kecamatan Gajahmungkur ini cukup menyita perhatian netizen dengan 17,3 yang memencet tanda love atau like dan direspons dengan 137 komentar.
Dalam konten berdurasi 1 menit 29 detik ini secara garis besar menceritakan seklumit aktivitas Ade Bhakti yang tengah makan malam bareng dengan sejumlah orang yang diduga anak buahnya di teras kantor Kecamatan Gajahmungkur.
“Opo kuwi? Sego goreng meneh, sego goreng meneh, mbendino delok sego goreng (Apa itu? Nasi goreng lagi, nasi goreng lagi, tiap hari liat nasi goreng). Ya Allah nasi goreng, ala apa ini, ala karepmu (ala terserah kamu),” tutur Ade Bhakti saat menyambut kedatangan anak buahnya yang membawa tas plastik berisi bungkusan nasi goreng.
Dalam konten tersebut Ade Bhakti sempat menyebut nasi (goreng) ruwet dilanjutkan ungkapan,”Sego goreng marai ruwet (nasi goreng bikin kacau).”
Mantan ajudan eks Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ini juga terlihat meneriakkan yel-yel ‘ingak-ingak’ yang cukup populer di kalangan peserta lomba nasi goreng ala Mbak Ita. Bahkan sempat menanyakan kepala ayam yang dibawa anak buahnya.
“Satene entek (satenya habis) igh, apa ini? Oh kepala, kepala apa ini?,” tanyanya yang dijawab kepala Dinas pendidikan.
“Kepalanya dinas pendidikan itu maksudnya gimana? Kepala Dinas Pendidikan kok diketok-ketok koyok ngene (kepala Dinas Pendidikan kok dipotong-potong seperti ini). Ooohh, kepala (beli dari) depannya Dinas Pendidikan,” sindirnya.
Di bagian akhir konten diisi kegiatan makan nasi goreng bersama dengan diiringi salah satu lagu andalan peserta lomba nasi goreng ala Mbak Ita.
“Wes ra po po, wes makanlah sego goreng, wes piye meneh. Tapi ya mesakke juga, jare nek bakule mau sepi jare. Kok iso sepi nopo ya?, (ya gak pa pa, makan nasi goreng aja, lha mau bagaimana lagi. Tapi kasihan juga, tadi penjualnya bilang dagangannya sepi. Kok bisa sepi kenapa ya?,” sindirnya lagi.
Wali Kota Semarang Mbak Ita yang dikonformasi sindiran anak buahnya tersebut enggan merespons. Tidak ada jawaban ketika diminta tanggapan via perpesanan WhatsApp. (gd/mw)















