Gandeng RSUP Kariadi, Perumahan Bumi Balakosa Mijen Semarang Gelar Donor Darah

oleh
Semarang – INFOPlus – Puluhan warga Mijen dan sekitarnya mengikuti kegiatan donor darah di kawasan Perumahan Bumi Balakosa, Mijen, Kota Semarang. Kegiatan tersebut digelar pengembang Perumahan Bumi Balasoka menggandeng RSUP dr Kariadi dan Miksemar.
Warga di lingkungan Perumahan Balakosa dan sekitarnya, Mijen, Kota Semarang, menyumbangkan darahnya di bakti sosial yang digelar pihak pengembang perumahan, Minggu (30/7). Kegiatan tersebut dilakukan bersama tenaga medis RSUP dr Kariadi dan Miksemar guna membantu ketersediaan darah di rumah sakit tersebut.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami bersama warga Mijen kepada pasien yang dirawat di RSUP Kariadi, khususnya pasien yang memang membutuhkan bantuan darah untuk menunjang pengobatannya,” beber Bisnis Manager Perumahan Bumi Balakosa, Suhali.
Menurut Ali, sapaan akrabnya, gelaran bakti sosial donor darah merupakan agenda rutin yang digelar pihaknya setiap tiga bulan sekali. Kegiatan hari Minggu kemarin adalah yang kedua digelar pihaknya.
Dari dua aksi sosial tersebut, lanjut dia, antusiasme warga Mijen dan sekitarnya untuk membantu sesama cukup tinggi. Total hampir 50 warga yang ikut dan bisa terkumpul sekitar 30 kantong darah yang memenuhi syarat dan bisa digunakan membantu pasien RSUP Kariadi.
“Alhamdulilah jika darah saya bisa bermanfaat membantu sesama yang membutuhkan. Donor darah juga bisa menyehatkan tubuh,” ujar Eko (53), warga Mijen yang sudah dua kali ikut donor darah di Perumahan Bumi Balakosa.
Humas RSUP Kariadi, Rosida, mengapresiasi positif kegiatan yang dihelat pengembang Perumahan Bumi Balakosa tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan warga Mijen beserta Bumi Balakosa membantu ketersediaan darah bagi pasien Kariadi.
“Langsung kami berikan ke pasien. Kebutuhan darah untuk pasien di rumah sakit kami cukup tinggi. Sebagai gambaran, untuk satu pasien jantung yang hendak operasi, setidaknya butuh 12 kantong darah. Jadi dua hari saja, stok darah pasti akan habis,” ujar dia.
Ia berharap apa yang dilakukan pengembang Bumi Balakosa bisa memantik langkah serupa di kalangan sesama pengembang perumahan ataupun kelompok masyarakat lain di Semarang maupun di Jawa Tengah. Sebab pihaknya kerap kekurangan, bahkan harus sering minta bantuan PMI maupun keliling ke berbagai daerah, untuk mencari pendonor.
“Kalau ada masyarakat atau kelompok masyarakat yang berniat membantu kebutuhan darah di rumah sakit kami, bisa langsung menghubungi saya,” imbuh dia. (gd/mw)

INFO lain :  Pengacara ini Bebas Main Ping Pong di Kejati Jawa Tengah