Semarang – INFOPlus. Kecelakaan di perlintasan kereta api terjadi di Kota Semarang, Selasa (18/7) malam. KA 112 Brantas jurusan Jakarta-Blitar menghantam truk trailer pengangkut alat berat hingga menimbulkan ledakan bola api.
Tabrakan antara kereta api dengan truk tanpa muatan B 9943 IG tersebut terjadi di perlintasan sebidang di Jalan Madukoro, Semarang Barat, sekitar 19.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu namun ledakan yang muncul sempat membuat panik penumpang KA, warga sekitar maupun pengguna jalan.
Informasi yang dikumpulkan di lapangan, truk tidak menerobos palang pintu perlintasan KA. Saat pintu palang masih terbuka, truk melintas dan mogok di atas rel. Truk diduga mengalami permasalahan mesin.
Sopir truk berusaha menginformasikan kondisi kendaraannya ke petugas jaga pos perlintasan. Hanya saja, tak lama kemudian meluncur KA Brantas dari arah Jakarta atau barat.
Tabrakan tak terelakkan, meski masinis sudah berusaha memperlambat laju KA. Sedangkan sopir dan kernet truk berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum tabrakan terjadi.
“Info awal truk tiba-tiba mogok di atas rel,
driver dan kernet sudah berupaya minta tolong ke petugas palang kereta yang ada di sini namun tidak sempat karena keretanya sudah dekat sehingga terjadi kecelakaan,” tutur Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar.
Tabrakan dua alat transportasi berat tersebut menimbulkan suara menggelegar. Bahkan imbas benturan di bagian tanki BBM truk memicu terjadinya ledakan hingga terbentuk bola api cukup besar.
Truk sempat terseret beberapa meter hingga tengah jembatan rel yang membentang di atas Sungai Banjir Kanal Barat. Paskabenturan, sejumlah penumpang KA yang terlihat panik, buru-buru turun dari gerbong.
Salah satu penumpang perempuan terjatuh lantaran jarak lantai gerbong dengan tanah cukup tinggi. Akibatnya ia mengalami luka di bagian kaki.
“Korban jiwa tidak ada. Ada satu terluka penumpang luka melompat,” ujar dia.
Pihak PT KAI selanjutnya mengevakuasi penumpang KA Brantas ke Stasiun Jrakah untuk diikutkan kereta selanjutnya. Hingga pukul 22.00 WIB proses evakuasi kepala truk masih berjalan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko menuturkan KA Brantas membawa 626 penumpang dengan rangkaian yang terdiri dari 3 kereta kelas eksekutif, 6 kereta kelas ekonomi dan 1 kereta pembangkit.
“Untuk kondisi masinis dan asisten masinis dalam kondisi selamat,” ujar dia.
Untuk perjalanan KA, sampai ada 9 perjalanan KA yang mengalami keterlambatan. Yakni, KA 112 Brantas sebanyak 87 menit, KA 178 Kamandaka 66 menit, KA 199F Kaligung 80 menit, KA 111 Brantas 26 menit, KA 129 Gumarang 55 menit, KA 220 Kertajaya 27 menit, KA 20F Argo Merbabu 47 menit, KA 160 Joglosemarkerto 14 menit, dan KA 58 Brawijaya 6 menit.















