Desa Damai Wahid Foundation Menarik Perhatian Delegasi Asing

oleh
Semarang – INFOPlus. Desa Damai besutan Wahid Foundation ternyata mampu memantik perhatian sejumlah delegasi negara asing yang berkunjung. Lewat Desa Damai, masyarakat sipil di Indonesia dinilai mampu mengimplementasikan nilai-nilai Women, Peace, and Security (WPS).
Wahid Foundation bersama United Nation (UN) Women mengajak perwakilan negara-negara ASEAN, AS dan Australia mengunjungi beberapa wilayah Desa Damai yang dibesut oleh Wahid Foundation.
Wahid Foundation sendiri membangun Desa Damai di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta sejak beberapa tahun belakangan.
Kunjungan negara-negara tersebut adalah rangkaian kegiatan ASEAN on Women, Peace, and Security (WPS) Summit 2023  atau Forum Tingkat Tinggi Perempuan, Perdamaian dan Keamanan atau Women, Peace, and Security (WPS) High Level Meeting 2023 di Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Rabu, (5/7) hingga Kamis (6/7).
Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Indra Gunawan mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari bagaimana masyarakat sipil seperti Wahid Foundation mampu mengimplementasikan amanat Resolusi 1325 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dengan WPS (Women, Peace and Security) di tingkat lokal yang telah diratifikasi dalam konteks nasional oleh Indonesia ke dalam Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS).
“Kunjungan ini kami harapkan bisa menjadi ajang untuk saling bertukar pengalaman dan perspektif bagaimana peran masyarakat sipil seperti Wahid Foundation bisa berkontribusi dalam implementasi WPS sekaligus mengimplementasikannya dalam bentuk praktik baik Desa Damai,” ujar Indra yang juga selaku penyelenggara ASEAN on Women, Peace, and Security (WPS) Summit 2023 dalam siaran pers diterima Sabtu (8/7).
Kunjungan tersebut, lanjut dia, juga masih merupakan bagian dari rangkaian kegiatan  ASEAN on Women, Peace, and Security (WPS) Summit 2023 sehingga merupakan agenda resmi yang direkomendasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk memperkenalkan praktek-praktek baik yang diinisiasi oleh masyarakat sipil sebagai upaya membangun partisipasi dan keterlibatannya dalam proses implementasi WPS di Indonesia.
Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menyatakan sangat berterima kasih kepada seluruh delegasi yang telah berkunjung ke Desa Damai. Menurutnya, Wahid Foundation mempunyai keinginan kuat untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di tengah masyarakat melalui inisiatif Desa Damai.
“Program Desa Damai yang sudah kami mulai sejak 2017 bersama UN Women. Ini merupakan keinginan yang kuat dari kami untuk bisa berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional yang berwujud inovasi dan inisiatif untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Yenny, program Desa Damai bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keberagaman serta keadilan dan kesetaraan gender untuk memperkuat kohesi sosial di masyarakat. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, program ini menggunakan pilar penguatan kapasitas masyarakat sipil, khususnya kelompok perempuan dalam bidang kepemimpinan perempuan serta pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Secara paralel, lanjut Yenny,  pilar pencegahan dan penanganan konflik sosial serta isu lingkungan dan sumber daya alam pun menjadi strategi sebagai upaya membangun ketahanan dan kemandirian masyarakat sipil.
Matheus, salah satu delegasi peserta asal Timor Leste, mengaku sangat tertarik untuk mempelajari lebih lanjut seperti apa konsep Desa Damai. Dirinya sangat terkesan tentang bagaimana masyarakat sipil bisa secara aktif terlibat dalam mengimplementasikan WPS dalam skala nasional sehingga mampu memberikan dampak yang baik terhadap kehidupan masyarakat secara langsung dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara yang berkelanjutan.
“Saya sangat tertarik seperti apa praktik baik Desa Damai ini berjalan di desa-desa dampingan Wahid Foundation. Kita bisa melihat hari ini bagaimana banyak perempuan menjajakan produk hasil karya mereka sendiri dengan penuh kreatifitas,” ujar dia. (Ags/Ts)

INFO lain :  Ketua LSM LP2KLH Dituntut 4 Tahun Penjara atas Korupsi Bansos Cacing Kendal