Semarang – INFOPlus. Nahas menimpa seorang pekerja bangunan yang tengah menggali pondasi untuk talut ruko di Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, Kota Semarang. Ia tewas tertimbun tanah tebing di samping lokasi tempatnya bekerja, Jumat (7/7).
Korban diketahui beridentitas Muhamad Subur (45) warga Tegowanu Kulon, RT 06/03, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Berhasil dievakuasi tim SAR gabungan sekitar pukul 12.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menceritakan kronologi kejadian bermula dari Subur dan delapan rekannya bekerja, menggali tanah untuk pondasi bangunan talut. Tak dinyana, sekitar pukul 10.00 WIB, tanah tebing di samping lokasi yang digali korban tiba-tiba longsor.
Tebing yang runtuh tersebut berketinggian sekitar 10 meter. Sedangkan Subur masih berada di dalam tanah yang digalinya sedalam sekira 70 Cm. Alhasil, korban pun terimbun longsoran. Sedangkan satu rekan korban yang berada di lubang galian sama berhasil menyelamatkan diri.
“Diduga tanah yang disamping galian pondasi masih labil, akhirnya longsor menimpa satu orang pekerja,” ungkapnya
Pekerja lain tidak berani langsung menolong lantaran dikhawatirkan ada longsor susulan. Kemudian melapor ke pihak berwenang, termasuk Kantor SAR Semarang guna minta bantuan.
Proses evakuasi tim SAR gabungan dengan menstabilkan lempengan tanah longsor agar aman untuk buka akses untuk evakuasi korban
“Buka akses dengan menggali tanah secara manual dengan waktu kurang lebih 1 jam. Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya dibawa ke RSUP Karyadi Semarang untuk dirawat,” katanya
“Himbauan untuk para pekerja agar memperhatikan keamanan dan keselamatan saat bekerja,” imbuh Heru. (Ags/Ts)















