Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang siap menghibahkan aset tanah miliknya untuk digunakan Pemprov Jateng membangun SMA negeri. Upaya ini sebagai solusi sedikitnya SMA/SMK negeri di Semarang.
Menyikapi keluhan masyarakat mengenai jumlah SMA negeri di Kota Semarang yang tidak bertambah, Pemkot Semarang siap membantu Pemprov Jateng. Yakni lewat hibah tanah agar bisa digunakan untuk SMA/SMK negeri baru.
Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku akan mengurim surat kepada Gubernur Jawa Tengah soal kesiapan menghibahkan tanah milik Pemkot Semarang untuk dibangun SMA Negeri.
“SMA dan SMK merupakan kewenangan provinsi sehingga Pemkot Semarang sifatnya hanya bisa mendorong. Jadi saya akan menyampaikan surat kepada Bapak Gubernur agar tahun depan bisa dibangun SMA negeri. Apabila di titik-titik yang ada aset pemkot, di titik-titik yang bisa dibangun SMA dan ada tanah Pemkot Semarang, maka Pemkot Semarang siap menghibahkan tanah tersebut kepada pemprov,” kata Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, Senin (26/6).
“Karena SMA dan SMK itu wewenangnya provinsi, dan provinsi tidak punya banyak aset di Kota Semarang. Jadi sifatnya ini mendorong, dan apabila dari kajian diperlukan tanah untuk membangun dan Pemkot punya aset di lokasi tersebut, Pemkot Semarang siap untuk menghibahkan aset untuk membangun SMA Negeri,” sambung dia.
Jumlah SMA/SMK negeri di Kota Semarang sendiri memang masih berjumlah 16 sekolah. Hal tersebut terbilang sedikit jika dibandingkan dengan kota besar atau ibu kota provinsi lainnya di Indonesia. Pengelolaan SMA/SMK negeri menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak adanya perubahan pembagian urusan pemerintahan bidang pendidikan dan sebagai bentuk implementasi amanat Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait peralihan pengelolaan pendidikan menengah dari dinas pendidikan kabupaten/kota ke provinsi. (Ags/Ts)















